TERNATE, SerambiTimur- Di tengah euforia menuju hari pencoblosan Pilkada 2024, Sultan Tidore Husain Alting Sjah, calon gubernur Maluku Utara nomor urut 01, mengajak seluruh warga untuk menjaga perdamaian dan persaudaraan. Pesannya begitu sederhana namun sarat makna: Pilkada hanyalah momen sesaat, tetapi persaudaraan adalah ikatan abadi.
“Pilkada ini satu hal yang penting, namun akan selesai dalam waktu dekat. Sedangkan persaudaraan dan tali silaturahmi kita harus terus berjalan hingga nanti tiba saatnya kita dipanggil Sang Pencipta,” ujar Sultan Husain, Sabtu (23/11/2024).
Memasuki masa tenang mulai 24 November, Sultan mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh kabar bohong dan provokatif yang kerap beredar menjelang akhir tahapan Pilkada. Menurutnya, bijaksana dalam menerima informasi adalah kunci untuk menjaga keharmonisan yang telah terjalin di tanah Moloku Kie Raha.
“Cermati dan telaah dulu sebelum mempercayai suatu kabar yang belum jelas asal mulanya. Warga Maluku Utara adalah orang-orang yang cinta perdamaian, dan sudah hidup berdampingan antarsuku dan agama selama berabad-abad. Jangan sampai kita dipisahkan hanya karena kerja-kerja elite politik yang tidak peduli pada rakyat dan hanya mempedulikan kepentingan pribadi,” tegasnya.
Sebagai calon pemimpin, Sultan Husain juga mengimbau masyarakat untuk memilih dengan hati nurani, mencermati rekam jejak dan ketulusan masing-masing pasangan calon. Ia mengingatkan bahwa keputusan yang diambil hari ini akan menentukan arah pembangunan Maluku Utara selama lima tahun ke depan.
“Jangan lupa berdoa dulu kepada Tuhan sebelum mencoblos agar ditunjukkan pemimpin yang terbaik dari yang baik-baik,” katanya penuh harap.
Pesan Sultan ini mencerminkan semangat persatuan di tengah perbedaan. Ia mengingatkan bahwa Maluku Utara adalah tanah di mana berbagai suku, agama, dan budaya hidup rukun sejak dahulu kala. Dalam suasana pemilihan yang kerap memanas, Sultan Husain mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Pilkada sebagai momentum mempererat persaudaraan, bukan memecah-belah.
Pilkada akan datang dan pergi, tetapi keindahan damai dan kebersamaan adalah warisan yang tak ternilai. Kini saatnya warga Maluku Utara membuktikan bahwa mereka bukan hanya cinta damai, tetapi juga pemilih yang bijaksana dan bertanggung jawab.














Tinggalkan Balasan