Serambitimur, Halsel – Halmahera Corruption Watch (HCW) Provinsi Maluku Utara (Malut) menduga Amina Albar kembali di lantik sebagai kepala puskesmas (Kapus) Kecamatan Kayoa Utara, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) oleh Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba itu, ada kaitanya dengan kepentingan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di bulan november 2024 mendang.
Sekretaris HCW Malut, Sadam Dj. Saban, SH, kepada media ini, (22/03) Mengatakan Amina Albar sebelumnya telah menjabat sebagi kepala puskesmas kayoa utara, akan tetapi yang bersangkutan memiliki rekam jejak yang buruk sehingga di nonjobkan oleh Mendiang Bupati Usman sidik.
“Kinerja buruk “Amina Albar” itu bukan hanya di rasakan oleh pegawai Puskesmas kayoa utara akan tetapi masyarakat kayoa utara juga merasakan itu” olenya itu, kata Sadam Dj Saban” jika Amina Albar kembali di lantik sebagi kepala puskesmas (Kapus) Kayoa Utara ini, ada kaitanya dengan kepentingan pemilihan kepala daerah, secara serentak di tahun 2024 ini, maka Bupati Bassam Kasuba, telah mencederai sistem birokrasi di Halmahera selatan.ungkapnya.
Sadam Dj Saban, juga mengatakan sebagai Putra daerah kayoa utara, akan berkordinasi dengan Mahasiswa dan masyarakat kayoa utara agar melakukan aksi penolakan Amina Albar sebagi Kapus kayoa utara, karena yang bersangkutan dikenal sering melakukan pelanggaran, pada saat diberikan kepercayaan menjadi pimpinan disejumlah puskesmas di wilayah Halsel.(**)














Tinggalkan Balasan