Daerah

Proyek Trans Kie Raha Menanti Pembuktian: Gubernur Turun Cek Fisik Pekan Ini

Serambi Timur Diperbarui 09:09 WIT 2 menit membaca
Ukuran Teks:

TERNATE, Serambitimur.id — Jalan dan jembatan Trans Kie Raha ruas Ekor–Kobe yang menelan anggaran mencapai Rp60,05 miliar kini menjadi fokus perhatian langsung Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Meski laporan foto dan proses pencairan anggaran disebut berjalan lancar, ia belum merasa cukup dengan laporan tertulis semata, pekan ini, Sherly akan turun langsung memeriksa kondisi fisik pekerjaan di lapangan.

Hingga saat ini, Gubernur belum meninjau langsung lokasi proyek tersebut. Kunjungan mendatang pun menjadi langkah penting guna memastikan kesesuaian antara kemajuan yang tercatat dalam dokumen dengan kenyataan di tempat.

“Saya belum ke sana, namun laporan berupa foto yang dikirimkan dan proses pencairan anggarannya berjalan lancar,” ungkap Sherly Tjoanda, Rabu (7/10/2026).

Dari data yang diterima, pengerjaan ruas tersebut baru berada pada tahap pemadatan menggunakan material sirtu. Sementara pengerjaan lapisan aspal baru direncanakan dimulai pada tahun berikutnya.

“Saya sering melihat unggahan di media sosial, tampak baru dipadatkan dengan sirtu. Memang pengaspalannya baru direncanakan tahun depan. Siapa pun boleh datang melihat langsung,” ujarnya.

Ia menegaskan pemeriksaan langsung ke lokasi akan terlaksana dalam pekan ini.

“Rencana saya turun meninjau dalam minggu ini,” tegasnya.

Tinjauan ini sekaligus menjadi bagian pengawasan agar seluruh pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai target dan ketentuan yang berlaku. Sherly juga menegaskan seluruh proyek pemerintah di Maluku Utara didampingi oleh pihak Kejaksaan, guna menjamin setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai prosedur dan peraturan perundang-undangan.

“Semua proyek kita terapkan hal yang sama. Ada pendampingan dari Kejaksaan untuk memastikan semuanya berjalan sesuai SOP dan undang-undang yang ada,” ucapnya.

Proyek penghubung antara wilayah Kabupaten Halmahera Timur dan Halmahera Tengah ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp60.054.433.596, bersumber dari APBD Provinsi Maluku Utara Tahun Anggaran 2026, dengan pelaksana PT Mina Fajar Abadi. Ruas ini diproyeksikan memperkuat konektivitas serta membuka akses transportasi yang lebih baik bagi masyarakat kedua kabupaten.

Dengan nilai investasi yang besar, kedatangan langsung Gubernur menjadi momen pembuktian: seberapa jauh kemajuan fisik proyek berjalan dibandingkan laporan yang telah diterima? Kini, angka di atas kertas menanti pembuktian di lapangan.

Tinggalkan komentar