Daerah

Jalan Lingkar Pulau Makian Mulai Dibangun, Janji Gubernur Sherly Mulai Diwujudkan

Serambi Timur Diperbarui 23:35 WIT 2 menit membaca
Ukuran Teks:

SOFIFI, Serambitimur.id  – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menegaskan bahwa janji yang disampaikannya kepada masyarakat Pulau Makian kini mulai menjadi kenyataan. Saat meninjau langsung lokasi pembangunan pada Rabu (23/9/2026), ia menyampaikan bahwa pembangunan jalan lingkar Pulau Makian telah dimulai.

“Saat berkunjung ke sini tahun lalu, warga meminta pembangunan jalan. Tahun 2026 ini sudah mulai dibangun  dari sini ke Sabale, sekitar 5 kilometer,” ucap Sherly saat berdialog hangat dengan warga di Desa Rabutdaiyo.

Ruas pertama yang dikerjakan sepanjang 5 kilometer menghubungkan Desa Sabale hingga Desa Waigitang, Kabupaten Halmahera Selatan, sekaligus mencakup pembangunan dua jembatan. Proyek ini dirancang untuk membuka konektivitas antar 15 desa di Kecamatan Pulau Makian yang selama ini terhambat keterbatasan akses darat.

Plt. Kepala Dinas PUPR Maluku Utara, Risman Iriyanto Djafar, menjelaskan bahwa pembangunan ini adalah bagian dari komitmen pemerintah provinsi menjawab kebutuhan warga.

“Masyarakat telah lama menanti jalan lingkar ini. Inilah langkah awal menghubungkan desa-desa di pulau ini,” kata Risman

Proyek bernilai Rp 10,3 miliar ini dikerjakan CV Hnedana Karya Utama, dimulai 29 Juni 2026. Hingga September, progres fisik telah mencapai 30 persen, ditargetkan tuntas 29 Desember 2026.

“Kami terus mendorong agar selesai tepat waktu, mengingat masyarakat sangat membutuhkannya,” tegas Risman.

Dalam dialog di Desa Rabutdaiyo, Kepala Desa setempat mengusulkan pembangunan ruas 2 kilometer untuk memperkuat koneksi Makian dan Makian Barat. Gubernur langsung menyetujui usulan tersebut.

“Tahun 2027, 2 kilometer di sini, ditambah 6–8 kilometer di bagian selatan, jadi total sekitar 10 kilometer tahun depan,” ujar Sherly, disambut tepuk tangan warga.

Rencana pembangunan berlanjut bertahap: 2028 akan menyambungkan ruas sepanjang 8 kilometer dari Floli menuju Mailoa, hingga akhirnya seluruh jalur lingkar pulau terhubung sepenuhnya.

Bagi warga Pulau Makian, jalan ini jauh lebih dari sekadar aspal. Ini adalah jalan menuju kemudahan mengangkut hasil kebun, menjangkau layanan kesehatan dan pendidikan, serta membuka gerbang ekonomi yang lebih luas. Langkah awal yang kini berjalan perlahan mengubah harapan lama menjadi kenyataan.

Tinggalkan komentar