Menu

Mode Gelap

Daerah · 13 Jan 2026 21:46 WIT ·

PT Smart Marsindo Padukan Good Mining Practice dan Pemberdayaan Sosial di Pulau Gebe


 PT Smart Marsindo Padukan Good Mining Practice dan Pemberdayaan Sosial di Pulau Gebe Perbesar

HALTENG, SerambiTimur – PT Smart Marsindo membuktikan bahwa penerapan Good Mining Practice (GMP) dapat berjalan seiring dengan penguatan aspek sosial dan lingkungan. Sebagai perusahaan nikel berstatus Clean and Clear (CnC), PT Smart Marsindo tidak hanya fokus pada kepatuhan regulasi, tetapi juga mengintegrasikan pemulihan lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Reklamasi Berbasis Ekonomi Sirkular

Salah satu program unggulan perusahaan adalah reklamasi pascatambang yang melibatkan langsung masyarakat lokal. Hingga saat ini, lebih dari 4.000 pohon telah ditanam di area bekas tambang, terdiri dari Cemara Laut, Mahoni, Casuarina, hingga Bintangor.

Menariknya, seluruh proses pembibitan dilakukan secara mandiri oleh warga sekitar melalui skema insentif ekonomi. Perusahaan memberikan Rp3.000 per polybag bibit yang disemai masyarakat.

“Kami ingin masyarakat merasa memiliki kembali alam mereka, sekaligus memperoleh manfaat ekonomi langsung dari proses pemulihan lingkungan,” ujar Direktur PT Smart Marsindo, Jilly R. Lumankum, Selasa (13/1/2026).

Dorong Pendidikan dan Literasi Digital

Di sektor pendidikan, PT Smart Marsindo melakukan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas SDM di wilayah lingkar tambang. Sejumlah program yang telah direalisasikan antara lain:

  • Pembangunan gedung SMAN 3 Pulau Gebe sebagai penunjang akses pendidikan menengah.
  • Penyediaan bus sekolah untuk memudahkan mobilitas siswa dari desa-desa terpencil.
  • Penghibahan 20 unit laptop guna mendukung peningkatan literasi digital dan kompetensi teknologi siswa.

Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan dan mempersiapkan generasi muda Pulau Gebe menghadapi tantangan masa depan.

Atasi Isolasi dan Akses Layanan Dasar

Untuk menjawab tantangan geografis Pulau Gebe yang relatif terisolasi, perusahaan juga menyalurkan bantuan sarana transportasi penting, di antaranya:

  1. Satu unit ambulans untuk mendukung layanan kesehatan darurat masyarakat.
  2. Satu unit speedboat bermesin bagi warga Umiyal di Pulau Yoi untuk menunjang mobilitas dan aktivitas sosial ekonomi.

Jadi Rujukan Nasional

Program terintegrasi PT Smart Marsindo mendapat apresiasi dari Koordinator Pemerhati Kelola Sumber Daya Alam (PKSDA), Hamdan Halil. Menurutnya, pendekatan yang menggabungkan kepatuhan regulasi dengan empati sosial layak menjadi benchmark nasional dalam pengelolaan sumber daya alam.

“PT Smart Marsindo mampu memadukan disiplin regulasi dengan empati sosial. Model pembangunan sekolah hingga insentif reklamasi ini pantas dijadikan rujukan nasional,” tegas Hamdan.

Sementara itu, Jilly R. Lumankum menegaskan bahwa filosofi perusahaan bukan sekadar mengeksploitasi sumber daya alam, melainkan meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Ini adalah cara kami menjaga marwah perusahaan sekaligus amanah warga,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Skandal Tunjangan Belum Tuntas: Kejati Didesak Tak Beri Ruang Perlindungan Bagi Pejabat Berkuasa

6 Juli 2026 - 13:34 WIT

Terperiksa Kasus Rp139 M, Zulkifli Bian Tetap Pimpin BKD Malut

5 Juli 2026 - 20:24 WIT

Sherly–Sarbin Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Dorong Polri Kian Humanis dan Profesional

1 Juli 2026 - 19:47 WIT

GPM Kepung Kantor Antam, Desak Dirut Dicopot dan Anak Perusahaan di Haltim Dibekukan

30 Juni 2026 - 21:58 WIT

Pemkot Ternate Matangkan RKPD 2027, Empat OPD Jadi Prioritas Pembenahan Kota dan Peningkatan PAD

29 Juni 2026 - 21:25 WIT

Mantan Bupati Pulau Taliabu Ditahan, Korupsi Proyek ISDA Rugikan Negara Rp8 Miliar

26 Juni 2026 - 21:41 WIT

Trending di Daerah