Menu

Mode Gelap

Bisnis · 28 Nov 2025 11:56 WIT ·

Warga Kawasi Melawan Narasi WALHI: “Kami Tidak Seperti yang Mereka Katakan”


 Warga Kawasi Melawan Narasi WALHI: “Kami Tidak Seperti yang Mereka Katakan” Perbesar

SOFIFI, SerambiTimur— Gelombang kritik terhadap kampanye lingkungan WALHI di Maluku Utara kembali menguat, namun kali ini bukan dari pemerintah atau pihak perusahaan, melainkan dari masyarakat akar rumput Kawasi—mereka yang selama ini diklaim sebagai korban pembangunan.

Suasana di Kawasi akhir-akhir ini dipenuhi kegelisahan. Bukan karena tambang, tetapi karena narasi WALHI yang menurut warga justru menyinggung martabat mereka. Ungkapan “orang miskin” dan “minum air lumpur” terasa sebagai pukulan yang tidak hanya merendahkan, tetapi juga memisahkan mereka dari kebanggaan sebagai masyarakat Obi.

“Tidak benar itu. Pernyataan mereka berlebihan dan merendahkan,” kata seorang warga, menolak keras citra yang dibangun WALHI.

Di sisi lain, Jofi Cako, pemuda Kawasi yang vokal, menilai WALHI telah mengambil peran terlalu jauh. “Kalau memang serius soal lingkungan, bawalah ke ranah resmi. Jangan hanya membangun opini tanpa ujung,” ujarnya.

Di balik narasi WALHI, Kawasi sebenarnya telah mengalami banyak kemajuan. Di Eco Village, air mengalir bersih dari kran dan listrik tersedia gratis. Masalah justru muncul dari sambungan liar dan penolakan sebagian warga untuk pindah ke pemukiman baru.

“Kalau mau pindah, semua fasilitas sudah tersedia,” ujar Yustinus.

Namun warga Kawasi tidak hanya ingin meluruskan narasi. Mereka berharap situasi ini menjadi momentum untuk memperkuat dialog antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Bagi mereka, masa depan Kawasi bukan ditentukan oleh kampanye luar, tetapi oleh kerja konkret di desa sendiri.

Program CSR di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan menjadi harapan besar.

“Kami ingin masyarakat diarahkan untuk mandiri,” kata Jofi, menutup percakapan dengan nada optimistis.

Kisah ini menjadi penegas satu hal: suara masyarakat tidak bisa digantikan oleh narasi siapa pun. Mereka memiliki wajah, pengalaman, dan kehormatan yang patut dihormati.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menjelang Rakernas JKPI, Sekda Ternate Ingatkan ASN: Disiplin adalah Wajah Pelayanan Publik

24 Juni 2026 - 20:13 WIT

Jalan yang Dibangun dari Kekecewaan: Ketika Suara Kemenangan Tak Sampai ke Malifut

24 Juni 2026 - 12:04 WIT

NHM Peduli Antar Warga Kao Utara Sukses Jalani Operasi Jantung di Jakarta

23 Juni 2026 - 08:30 WIT

Di Bela Hotel Ternate: Gubernur Sherly Tekankan Data Akurat Kunci Kebijakan, Ajak Masyarakat Dukung Sensus Ekonomi 2026  

20 Juni 2026 - 13:56 WIT

Kolaborasi NHM dan Warga Kao Berbuah Manis, Pembibitan Mangrove Capai 4.300 Bibit

18 Juni 2026 - 18:23 WIT

Dua Hari Penuh Semangat, Expo Spensa 2026 Sukses Digelar

18 Juni 2026 - 09:33 WIT

Trending di Daerah