Menu

Mode Gelap

Daerah · 8 Nov 2025 16:08 WIT ·

Janji Tinggal Janji: Pelabuhan Semut Tuwokona Terbengkalai, Anggaran Rp58 Miliar di Ujung Tanduk


 Janji Tinggal Janji: Pelabuhan Semut Tuwokona Terbengkalai, Anggaran Rp58 Miliar di Ujung Tanduk Perbesar

HALSEL, SerambiTimur – Di pesisir tenang Desa Tuwokona, Halmahera Selatan, berdiri tiang-tiang beton yang menjadi saksi ambisi besar yang tertunda. Pelabuhan Semut Tuwokona, yang semula dijanjikan sebagai gerbang ekonomi baru Halsel, kini justru berubah menjadi simbol keterlambatan dan ketidakpastian.

Proyek yang dimulai pada tahun 2023 ini sejatinya ditargetkan rampung pada 2024, namun hingga November 2025, progres fisik baru mencapai 77 persen. Padahal, pelabuhan ini menelan anggaran fantastis Rp58,7 miliar dari APBD 2023.

Keterlambatan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah Daerah Halmahera Selatan disebut masih menunggak pembayaran sekitar Rp30 miliar kepada kontraktor pelaksana, PT Relis Sapindo Utama.

“Pemerintah masih punya utang besar. Waktunya mepet, Desember ini harus selesai, tapi dananya belum cair semua,” ungkap salah satu sumber internal Pemda.

Proyek ini awalnya merupakan program unggulan almarhum Bupati Usman Sidik, yang memimpikan Pelabuhan Semut sebagai pusat aktivitas logistik dan wisata bahari. Namun, di bawah kepemimpinan Bupati Bassam Kasuba, pelabuhan ini tampak kehilangan perhatian.

Sinyal lemahnya prioritas semakin jelas ketika Pemda disebut mengalihkan sebagian anggaran ke program lain. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa pelabuhan yang seharusnya menjadi “urat nadi ekonomi selatan Halsel” justru akan bernasib sama seperti banyak proyek besar lainnya—selesai di atas kertas, tapi tidak fungsional di lapangan.

Beberapa warga Tuwokona menyayangkan nasib proyek tersebut.

“Dulu dijanjikan bisa buka lapangan kerja dan tarik kapal dagang. Sekarang jangankan kapal, yang datang cuma ombak,” ujar seorang warga dengan nada getir.

Sementara itu, Dinas PUPR Halsel hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai penyebab keterlambatan dan sisa pembayaran proyek.

Bila pemerintah daerah tidak segera bertindak, Pelabuhan Semut bisa saja menjadi “pelabuhan janji” — dibangun megah dengan anggaran besar, namun gagal berlabuh di harapan masyarakat Halmahera Selatan.

Artikel ini telah dibaca 70 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Perselingkuhan Risman Kembali Disorot, SEMMI Desak Gubernur Copot Kadis PUPR Malut

19 Mei 2026 - 16:19 WIT

SMMI Malut Desak Gubernur Copot Plt Kadis PUPR, Soroti Proyek Mangkrak Puluhan Miliar dan Dugaan KKN

19 Mei 2026 - 15:01 WIT

Rangkap Jabatan hingga Proyek Bermasalah, Plt Kadis PUPR Malut Dikepung Sorotan

16 Mei 2026 - 08:49 WIT

FORMAPAS Malut Desak Gubernur Copot Kepala BAPPENDA

12 Mei 2026 - 18:06 WIT

Pulangnya “Barifola”: Permintaan Terakhir Sang Ibu Kini Terwujud, H. Burhan Abdurahman Beristirahat di Tanah Kelahiran

12 Mei 2026 - 17:11 WIT

Tinju dan Ambisi Ternate: Misi 10 Emas Nasri Abubakar di Porprov Malut

12 Mei 2026 - 13:51 WIT

Trending di Daerah