SOFIFI, SerambiTimur — Hembusan angin perubahan tengah berembus di lingkaran birokrasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Jumat (7/11/2025) menjadi hari penting ketika Gubernur Sherly Tjoanda mengumumkan rotasi sejumlah pejabat strategis — termasuk menunjuk Isman Abbas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Provinsi Maluku Utara.
Isman, sosok birokrat yang lama malang melintang di sekretariat dewan, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Risalah DPRD. Ia dikenal tekun dan berpengalaman mengelola dinamika administrasi lembaga legislatif. Kini, tanggung jawab yang jauh lebih besar menantinya, setelah menggantikan Abubakar Abdullah, pejabat lama yang kini dipercaya memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malut.
Langkah Gubernur Sherly Tjoanda bukan sekadar pergantian nama, melainkan bagian dari strategi penyegaran dan konsolidasi birokrasi. Ia menegaskan, masa tiga bulan pertama akan menjadi periode evaluasi ketat bagi semua pejabat pelaksana tugas yang baru dilantik.
“Kita berikan waktu tiga bulan untuk melihat kinerja dan komitmen mereka. Jabatan adalah amanah yang harus dibuktikan dengan kerja, bukan sekadar seremonial,” ujar Sherly usai Sidang Paripurna pembahasan APBD Induk 2026 di Sofifi.
Selain Isman, sejumlah pejabat lain juga menerima amanah baru:
- Halim Muhammad dipercaya sebagai Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
- Basyuni Thahir menjabat Plt Kepala Dinas Kehutanan.
- Nani Riani Pakaya sebagai Plt Inspektur.
- Zulfikar Conoras menempati posisi Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Kebijakan ini menegaskan komitmen Gubernur Sherly untuk menciptakan pemerintahan yang dinamis, adaptif, dan berorientasi kinerja. Ia menilai, rotasi pejabat bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan momentum membangun sistem birokrasi yang bersih, cepat, dan akuntabel.
Bagi Isman Abbas, penunjukan ini menjadi ujian sekaligus peluang. Dalam masa transisi politik dan pengawasan publik yang semakin ketat, ia dituntut mampu memastikan transparansi anggaran DPRD serta memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif.
Suasana baru pun mulai terasa di Sofifi. Gubernur Sherly mengakhiri arahannya dengan pesan lugas namun penuh makna:
“Yang kita butuhkan bukan sekadar pejabat, tapi pelayan masyarakat sejati.”














Tinggalkan Balasan