HALSEL, SerambiTimur- Meskipun telah meninggalkan kampung halaman sejak 1975, keluarga besar Sahril Taher di Desa Sabalei, Kecamatan Makian Barat, tetap menjaga ikatan kekeluargaan. Sebagai cucu dari Nenek Saida, Sahril Taher menyapa kembali keluarga di desa tersebut dalam kunjungan silaturahmi yang hangat, Sabtu (21/09/2024).
Di hadapan keluarga Kakek Dul, Sahril menyampaikan permohonan maaf karena jarangnya bertemu keluarga sejak hijrah ke Malifut pada tahun 1975. “Saya baru tahu kalau saya dan Kuntu Daud yang satu kantor ternyata kakak-adik,” ujarnya bercanda, mencairkan suasana.
Sahril juga meminta maaf kepada masyarakat Desa Sabalei dan umumnya warga Makian, karena selama mengabdi sebagai anggota DPRD, ia belum bisa berbuat banyak di kampung halamannya akibat keterbatasan wilayah daerah pemilihan. “Di periode pertama, saya hanya sempat membangun satu jembatan di belakang desa. Selebihnya, saya harus memperjuangkan kepentingan konstituen saya di Halmahera Utara,” jelasnya.
Namun, Sahril berjanji bahwa jika terpilih bersama Aliong Mus sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara, ia akan menuntaskan pembangunan yang terhenti di Pulau Makian. “Saya tidak membawa beras atau hadiah lainnya, saya hanya membawa darah dari Nenek Saida untuk memperkuat silaturahmi keluarga,” tutupnya.
Anak cucu Kakek Dul di Desa Sabalei berkomitmen untuk mendukung penuh Sahril Taher. “Kami berjanji akan memenangkan Sahril di Sabalei,” ujar salah satu keluarga.
Kunjungan Sahril Taher ini didampingi oleh Hi Husen Kausaha, Hi Amran Mustari, Dr. Saiful Ahmad, dan Gufran Mahmud, yang menelusuri tujuh desa di Kecamatan Makian Barat.



















Tinggalkan Balasan