Ternate, SerambiTimur – Menanggapi pernyataan akademisi Muamil Sunan yang menyebut Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, gagal menjalankan visi misi dan program prioritas *Ternate ANDALAN*, akademisi dari Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Sudaryanto, menilai pernyataan tersebut tidak berdasar, subjektif, dan cenderung bias.
Sudaryanto mempertanyakan apakah kritik tersebut murni didasari kepentingan publik atau justru sarat dengan motif politik, mengingat tahapan penetapan calon dan kampanye Pilkada 2024 semakin dekat.
“Saya ingin tahu, apakah Muamil Sunan memahami secara mendalam program *Ternate ANDALAN* yang dicanangkan Wali Kota? Apa saja parameter yang digunakan untuk menilai bahwa pengelolaan APBD tidak berpihak pada kesejahteraan masyarakat dan menyimpang dari rencana pembangunan kota?” kata Sudaryanto.
Menurutnya, dalam pelaksanaan anggaran pembangunan daerah, pemerintah kota selalu berpatokan pada Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD yang telah disetujui dan disepakati bersama dengan DPRD. Anggaran yang digunakan, lanjut Sudaryanto, mengacu pada aturan yang jelas, dan tahapan perencanaan anggaran adalah momen di mana semua masukan harus diberikan.
“Jika dikatakan bahwa penggunaan anggaran telah melanggar aturan dan tidak berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, aturan mana yang dilanggar? Realisasi anggaran selalu didasarkan pada Perda APBD dan tata kelola keuangan daerah yang berlaku,” jelasnya.
Sudaryanto juga menyoroti kritik terhadap pembangunan pangkalan ojek dan hibah yang disebut tidak berdampak pada masyarakat. Menurutnya, justru sebaliknya, manfaat pembangunan pangkalan ojek bagi pengemudi ojek dan masyarakat yang menggunakan jasanya sangat signifikan.
Selain itu, Sudaryanto menyoroti program *Faduli BAHIM* atau Rumah Singgah BAHIM yang dinilai sebagai salah satu kebijakan strategis Pemkot Ternate. “Rumah Singgah BAHIM ini bukan hanya tempat transit bagi masyarakat dari wilayah terpencil, tetapi juga menjadi simbol kepedulian Pemkot terhadap mereka yang memerlukan layanan kesehatan, termasuk ibu hamil yang membutuhkan tempat menunggu persalinan,” tambahnya.
Ia menutup dengan apresiasi terhadap kebijakan Pemkot yang dinilai fokus pada pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. “Visi pemerintah untuk mewujudkan Ternate yang mandiri dan berkeadilan patut diapresiasi. Saya berharap Pemkot terus bekerja, berinovasi, dan menjawab kebutuhan masyarakat,” tutup Sudaryanto.
1. “Sudaryanto: Kritik Terhadap Wali Kota Ternate Tidak Berdasar”
2. “Akademisi Unkhair Bantah Tuduhan Gagalnya Program *Ternate ANDALAN*”
3. “Sudaryanto: Kritik Politik atau Kritik Murni?”
4. “Program Rumah Singgah BAHIM: Bentuk Kepedulian Pemkot Ternate”
5. “Sudaryanto: Realisasi APBD Pemkot Ternate Sesuai Aturan”



















Tinggalkan Balasan