Halsel, SerambiTimur – Proyek pembangunan sekolah unggulan ala Rusia di Halmahera Selatan, yang menelan anggaran Rp 34,9 miliar, terancam mangkrak. DPRD Halsel mendesak kontraktor segera menambah pekerja dan mempercepat penyelesaian, atau kontrak bisa diputus.
Hal ini mengemuka dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi I DPRD Halsel dengan Dinas Pendidikan, Jumat (14/2). Usai RDP, Ketua Komisi I, Munawir Hi Bahar, bersama anggota dewan dan Kadis Pendidikan, Siti Aisya, langsung meninjau lokasi proyek.
“Kami ingin kepastian, kapan proyek ini benar-benar selesai? Sudah setahun sejak dimulai, seharusnya sekarang sudah bisa digunakan,” kata Munawir kepada pengawas proyek dan kontraktor, Ko Hin.
DPRD merekomendasikan kontraktor menambah tenaga kerja agar proyek selesai tepat waktu. Namun, pihak kontraktor masih meminta perpanjangan kontrak atau adendum kedua, karena yang pertama akan berakhir 20 Februari 2025.
“Kalau masih diberi waktu, kami upayakan selesai Maret. Tapi kalau tidak diizinkan, kami siap jika kontraknya diputus,” ujar Ko Hin.
Dinas Pendidikan sendiri belum bisa memastikan apakah adendum kedua bisa diberikan. Kadis Siti Aisya menyatakan pihaknya masih harus berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Sementara itu, meskipun kontraktor mengklaim progres proyek telah mencapai 85 persen, Komisi I DPRD Halsel masih meragukan hasil akhirnya.
“Kalau sampai Maret tidak selesai, kami akan ambil langkah tegas,” tegas Munawir.
Proyek sekolah unggulan ini menggunakan anggaran sebesar Rp 34,9 miliar dan dikerjakan oleh PT Citra Putera La Terang sejak 2023.















Tinggalkan Balasan