Gosowong, 9 Juli 2024 – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), melalui Departemen Kinerja Sosial dan Urusan Regional (KS-UR), kembali menggelar pertemuan koordinasi terkait Transformasi Program Efisiensi NHM di kecamatan-kecamatan sekitar tambang pada Sabtu (22/06). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang diadakan di Gosowong pada 24 Mei 2024 dengan tema ‘Refleksi & Transformasi Operasional’, yang dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan lingkar tambang.
Pertemuan ini bertujuan untuk menyerap masukan dari pemangku kepentingan dan masyarakat sekitar tambang. Pertemuan dilaksanakan secara terpisah di masing-masing kecamatan, yakni di Malifut dan Kao Teluk pada Kamis, 20 Juni 2024, di Kao dan Kao Utara pada Jumat, 21 Juni 2024, dan terakhir di Kecamatan Kao Barat pada Sabtu, 22 Juni 2024.
Pimpinan Departemen KS-UR yang hadir dalam pertemuan ini antara lain Wakil Presiden Direktur Amiruddin Hasyim, Kadiv Hubungan Kemasyarakatan Rustam Munawar, dan Kadiv Pelibatan Stakeholder Dodi W. Panudu, serta tim KS-UR lainnya yang terlibat dalam persiapan kegiatan ini.
Amiruddin dalam pertemuan ini menyampaikan bahwa pertemuan lanjutan di masing-masing kecamatan ini bertujuan untuk meningkatkan intensitas komunikasi antara pemangku kepentingan di lingkar tambang dengan perusahaan. Hal ini diharapkan dapat lebih efektif dalam berbagi informasi dan pemahaman terkait rencana transformasi untuk program efisiensi di NHM.
“Bagaimanapun, aparatur pemerintah desa dan kecamatan merupakan pemangku kepentingan yang sama-sama penting dalam keberlanjutan perusahaan. Tanpa dukungan dari mereka, ini semua tidak akan berjalan dengan baik. Permasalahan sekecil apapun bisa kita selesaikan di tempat seperti ini, dan permasalahan sebesar apapun bisa kita catat, tampung, dan dilaporkan ke manajemen,” ungkap Amiruddin.
Camat Kao Barat, Efroni Hendrik, mengapresiasi langkah NHM yang menindaklanjuti hasil pertemuan di Gosowong sehingga pertemuan di setiap kecamatan dapat dilaksanakan. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan memberikan masukan untuk NHM yang saat ini sedang menghadapi tantangan.
“Sebagai stakeholder, kami sangat merasa memiliki terhadap NHM. Terkait program efisiensi tersebut, di mana karyawan diseleksi berdasarkan kategori warna, menurut kami skema ini sudah sangat baik dan adil. Semua ini dilakukan demi kepentingan kita bersama agar NHM bisa eksis kembali, sehat, serta memberi manfaat bagi kita di lingkar tambang lima kecamatan,” ujar Efroni.
Senada dengan itu, Ketua Forum Kepala Desa (FKD) Kao Barat, Josias Gato, juga memberikan dukungan moral terhadap NHM terkait kebijakan efisiensi yang sedang dilakukan. “Kami, 22 desa di Kecamatan Kao Barat, sangat setuju dan sepakat dengan langkah-langkah konkret yang diambil oleh NHM terkait efisiensi ini,” tutur Josias.



















Tinggalkan Balasan