HALTIM, Serambi Timur – Juru kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara, Hi Aliong Mus dan Sahril Taher (AM-SAH), Djufri Yakuba, menyoroti dua masalah serius yang tengah dihadapi Provinsi Maluku Utara, yakni buruknya infrastruktur dan tingginya angka kemiskinan. Menurut Djufri, kedua isu ini telah menjadi pembahasan hangat di masyarakat.
Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara itu menyatakan, masalah infrastruktur yang tidak merata serta tingginya angka kemiskinan di sepuluh kabupaten/kota merupakan tantangan besar yang belum ditangani secara serius oleh pemerintah daerah.
“Provinsi Maluku Utara termasuk dalam daftar wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia. Ini merupakan masalah yang selama bertahun-tahun kami hadapi di DPRD bersama Pak Sahril. Kondisi ini sangat memalukan,” ujar Djufri dalam kampanye AM-SAH di Desa Rawamangun, Minggu (13/10/2024).
Ia menambahkan, meski Maluku Utara telah berusia 21 tahun dan memiliki APBD lebih dari Rp3 triliun, sektor infrastruktur dan upaya pengentasan kemiskinan belum mendapatkan solusi yang efektif. Selain itu, masalah otonomi Kota Sofifi sebagai ibu kota provinsi juga belum terselesaikan.
Djufri menilai bahwa pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara nomor urut 2, Aliong Mus dan Sahril Taher, memiliki visi dan misi yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dalam lima tahun ke depan.
“Jika Aliong Mus dan Sahril Taher terpilih, penyelesaian status Sofifi sebagai ibu kota menjadi prioritas utama. Sebesar apa pun anggaran yang kita miliki, masalah ini tidak akan selesai jika status ibu kota belum jelas. Provinsi kita memiliki banyak perusahaan besar, seperti di Halmahera Selatan, Timur, dan Utara, tetapi infrastruktur tetap tidak berkembang,” kata Djufri.
Ia menekankan bahwa pengalaman Aliong Mus sebagai Bupati Pulau Taliabu selama dua periode, serta Sahril Taher sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku Utara selama tiga periode, membuat mereka siap untuk menghadapi tantangan besar ini.
“Orang yang pernah menghadapi masalah krusial di provinsi ini akan berbeda dengan yang hanya berbicara tanpa pengalaman. Masyarakat Halmahera Timur harus cermat memilih, jangan terbuai janji-janji tanpa memahami rekam jejak calon. AM-SAH adalah pilihan tepat karena mereka sudah terbukti berpengalaman,” tutupnya.



















Tinggalkan Balasan