TERNATE, SerambiTimur – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menggelar pasar murah menjelang Ramadan 1447 H sebagai langkah konkret menahan laju kenaikan harga kebutuhan pokok. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda hadir langsung di lokasi kegiatan di kawasan Perikanan, Kota Ternate, Jumat (13/2/2026), dan turut melayani masyarakat.
Sebanyak 1.000 kupon dibagikan pada tahap awal pelaksanaan di Kota Ternate. Program ini ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya kelompok desil satu hingga empat, dengan data penerima dari Dinas Sosial yang telah diverifikasi kecamatan dan kelurahan.
Sherly menegaskan, pasar murah akan digelar di 10 kabupaten/kota dan dilaksanakan dalam dua tahap, awal dan akhir Ramadan.
“Program ini bukan hanya untuk membantu masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas harga,” katanya.
Ia mengungkapkan, pada 2025 lalu, sekitar 50 ribu paket sembako murah berhasil disalurkan ke seluruh wilayah Maluku Utara.
Kepala Dinas Pangan Maluku Utara Deny Chan menjelaskan, setiap paket berisi 5 kg beras premium, 2 kg gula pasir, dan 2 liter minyak goreng. Dengan nilai pasar sekitar Rp180 ribu, paket tersebut dijual Rp50 ribu per paket.
Pada tahap awal, pemerintah menyiapkan sekitar 9 ton bahan pokok, terdiri atas 5 ton beras, 2 ton gula, dan 2 ton minyak goreng.
Sherly juga memaparkan kondisi inflasi Maluku Utara berdasarkan koordinasi dengan Bank Indonesia. Inflasi Januari–Februari 2026 tercatat 4,8 persen secara tahunan, dengan kenaikan bulanan sekitar 1,4 persen. Kenaikan harga ikan akibat faktor cuaca menjadi penyumbang utama.
Selain agenda pasar murah, gubernur turut menyerahkan bantuan alat pemadam kebakaran kepada pengusaha speedboat rute Ternate–Sofifi sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan transportasi laut.
Melalui rangkaian kegiatan Safari Ramadan ini, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.














Tinggalkan Balasan