TERNATE, SerambiTimur– Pasar Gudang Batang Dua yang diresmikan oleh Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman, nampaknya tidak terurus sejak diresmikan hingga saat ini.
Seorang warga Batang Dua, Ferni (47), mengungkapkan kepada media pada Sabtu (29/7) bahwa pasar tersebut seharusnya digunakan untuk transaksi jual beli masyarakat Kecamatan Batang Dua, namun hingga kini tidak difungsikan dan tidak terurus. “Pasar Gudang Batang Dua yang seharusnya digunakan untuk transaksi jual beli masyarakat tidak difungsikan dan tidak terurus hingga saat ini,” kata Ferni.

Kondisi pasar yang tak terurus
Selain pasar, fasilitas lain seperti pelabuhan dan talut penahan ombak juga mengalami kerusakan parah. “Pelabuhan dan talut penahan ombak juga rusak parah,” tambah Ferni.
Ferni menyebutkan bahwa ketidakberfungsian pasar tersebut disebabkan oleh kurangnya kepedulian dan perhatian serius dari pemerintah kota dan kecamatan. “Faktor utama ketidakberfungsian pasar adalah kurangnya kepedulian atau perhatian serius dari pemerintah kota dan kecamatan,” ujarnya.
Menurut Ferni, rusaknya pasar disebabkan oleh tidak adanya fasilitas pendukung seperti air, listrik, dan meja jualan. “Seharusnya pemerintah berkontribusi untuk mengajak masyarakat mengelola pasar dengan menyediakan fasilitas pendukung seperti air, listrik, dan meja jualan,” jelasnya.
Ferni juga menyoroti kurangnya sosialisasi dari pemerintah atau dinas terkait untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. “Pemerintah atau dinas terkait tidak pernah mengajak masyarakat untuk meningkatkan perekonomian. Tidak ada program apa pun hingga saat ini,” katanya.
Ferni menjelaskan bahwa pasar tersebut dibangun sejak pemerintahan almarhum Hi Bur, yang sudah menyiapkan fasilitas utama berupa gedung. Namun, pemerintahan saat ini tidak melengkapi fasilitas lainnya, terutama air dan listrik. “Pemerintahan saat ini tidak menyiapkan sisa fasilitas lain untuk melengkapi kebutuhan pasar, terutama air dan listrik. Pemerintah tidak memiliki terobosan dan kepedulian terhadap peningkatan perekonomian masyarakat dalam hal pengelolaan pasar,” pungkas Ferni.



















Tinggalkan Balasan