Menu

Mode Gelap

Halsel · 16 Jun 2025 12:23 WIT ·

Obi Fishing Tournament: Saat Laut dan Manusia Saling Menjaga


 hasil tangkapan ikan Perbesar

hasil tangkapan ikan

Halsel, SerambiTimur — Di tengah geliat industri tambang nikel di Pulau Obi, siapa sangka perairan di sekitar Desa Kawasi justru tetap menunjukkan tanda-tanda laut yang sehat dan produktif. Ini terbukti dari gelaran Obi Fishing Tournament 2025 yang memecah kesunyian laut Kawasi pada akhir pekan, Sabtu-Minggu (14–15 Juni 2025).

Turnamen tahunan yang digelar Harita Nickel ini telah memasuki tahun keempat, dan tahun ini membawa semangat baru lewat tema “Mari Jaga Torang Pe Laut.” Tak kurang dari 135 peserta—baik warga lokal maupun karyawan perusahaan—beradu ketangkasan melempar kail dan menaklukkan arus perairan Mala-Mala, dari muara Sungai Akelamo hingga dekat jetty perusahaan.

Dari balik gulungan tali pancing dan semangat kebersamaan, terkumpul tangkapan ikan seberat 94 kg. Jenisnya pun beragam: kakap, kerapu, dan tuna—membuktikan bahwa laut Kawasi masih menjadi dapur hidup yang tak surut.

“Jumlah sebenarnya bisa lebih banyak. Tapi hanya ikan di atas 3 kg yang dihitung,” kata Ferry Mangindano, Ketua Panitia. “Itu tandanya, produktivitas laut kami tetap terjaga.”

Bagi Max Sikape (50) dan Sonny Tamansa (48), turnamen ini bukan hanya soal hadiah. Dua ekor kerapu dan seekor kakap seberat total 22 kg berhasil mereka boyong dari perairan Mala-Mala. “Kami hampir juara satu, kalau saja barakuda 20 kilo itu tidak lepas,” kata Max sambil tertawa lepas.

Max bukan nelayan biasa. Ia masih memancing dengan teknik tradisional: seutas tali dan kail, tanpa joran. Lokasinya? Tak jauh dari pos kecil yang ia beri nama “Extra Joss”, tempatnya biasa duduk-duduk. “Saya pernah dapat ikan Bobara 32 kg di situ,” kenangnya bangga.

Sementara itu, Zulfikri Salim, karyawan Harita Nickel, meraih gelar juara “kategori terunik”. Ia menangkap seekor hiu macan (Galeocerdo cuvier), tapi dengan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem laut, ikan itu segera ia lepaskan.

“Laut bukan cuma tempat cari ikan, tapi juga rumah bagi makhluk hidup lain,” kata Zulfikri singkat, penuh makna.

Direktur Health, Safety, and Environment (HSE) Harita Nickel, Tonny Gultom, mengatakan bahwa turnamen ini bukan sekadar lomba, melainkan momen membangun silaturahmi sekaligus komitmen untuk menjaga laut.

“Kegiatan ini jadi ruang kolaborasi antara masyarakat, perusahaan, pemerintah desa, hingga mitra kerja. Laut adalah sumber kehidupan kita bersama,” ujar Tonny.

Tonny memastikan bahwa perusahaan terus melakukan pemantauan kualitas laut secara berkala, dengan teknologi modern dan tim ahli. Laut yang sehat adalah indikator utama bagi praktik tambang dan hilirisasi yang berkelanjutan.

Turnamen ditutup dengan acara memasak bersama hasil tangkapan peserta. Ikan segar berpadu dengan tawa hangat komunitas, menjadi penanda bahwa di Kawasi, antara industri dan laut bisa hidup berdampingan.

“Mari jaga laut, bukan untuk hari ini saja, tapi untuk anak cucu nanti,” pungkas Tonny.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Balik Angka Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara: Infrastruktur dan SDM Jadi Kunci Pemerataan Manfaat Pembangunan

17 Juni 2026 - 22:37 WIT

“ Sopik: Keadilan yang Hidup dari Tanah Adat, Bukan Sekadar Alternatif Hukum”

4 Mei 2026 - 02:02 WIT

Kejati Malut Didesak Segera Tetapkan Kadis PMD Halsel Sebagai Tersangka Kasus Dana Desa

15 April 2026 - 15:16 WIT

Dari Ruang Kelas ke Rumah Belajar: Upaya Harita Nickel Bangun Generasi Pulau Obi

3 April 2026 - 13:51 WIT

Program PELITA Angkatan Ke-5: Harita Nickel dan BPVP Ternate Siapkan Pemuda Kawasi Jadi Tenaga Terampil

16 Maret 2026 - 13:16 WIT

Berkah Ganda Ramadan di Soligi: Sembako Setengah Harga, Modal Usaha untuk Warga

21 Februari 2026 - 16:57 WIT

Trending di Bisnis