SerambiTimur- Di tengah keterbatasan akses pendidikan di wilayah kepulauan, harapan itu tumbuh dari Pulau Obi. Seratus mahasiswa asal wilayah tersebut kini melangkah lebih mantap mengejar cita-cita setelah menerima Beasiswa Harita Gemilang 2025 dari Harita Nickel.
Program beasiswa ini menjadi bukti bahwa pembangunan manusia adalah investasi jangka panjang. Kabupaten Halmahera Selatan, dengan Indeks Pembangunan Manusia yang masih berada di angka 66,66, membutuhkan penguatan serius di sektor pendidikan. Harita Nickel menjawab tantangan itu melalui komitmen berkelanjutan di bidang pengembangan sumber daya manusia.

Beasiswa Harita Gemilang diberikan kepada 100 mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mereka diseleksi secara ketat berdasarkan prestasi akademik, kondisi ekonomi keluarga, serta motivasi untuk kembali membangun daerah asal.

Bagi Lista Bororing, mahasiswi Universitas Negeri Manado asal Desa Air Mangga, beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial.
“Beasiswa ini sangat membantu biaya UKT, tempat tinggal, dan kebutuhan kuliah lainnya. Saya jadi lebih semangat menyelesaikan studi dan ingin kembali membangun daerah saya,” ungkapnya.
Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, mengatakan bahwa Beasiswa Harita Gemilang merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang berfokus pada pembangunan manusia.
“Kami berharap para penerima mampu menyelesaikan studi dengan baik dan menjadi agen perubahan di Pulau Obi,” ujarnya.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, perguruan tinggi, dan pemerintah desa, program ini dirancang berkelanjutan. Bagi Harita Nickel, pendidikan bukan sekadar angka—tetapi tentang membuka masa depan.














Tinggalkan Balasan