Menu

Mode Gelap

Halsel · 19 Feb 2025 15:08 WIT ·

Masyarakat Desa Bobo Tolak Tambang, Tak Ingin Alam Mereka Dirusak


 Masyarakat Desa Bobo Tolak Tambang, Tak Ingin Alam Mereka Dirusak Perbesar

Labuha, SerambiTimur- Suara penolakan bergema dari Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan. Masyarakat setempat dengan tegas menolak kehadiran perusahaan tambang PT Intim Mining Sentosa (IMS) di wilayah mereka. Mereka khawatir tambang hanya akan membawa kehancuran bagi lingkungan dan kehidupan mereka di masa depan.

Dalam pertemuan yang dihadiri warga, tokoh adat, dan pemuka agama, penolakan terhadap PT IMS disampaikan dengan penuh ketegasan. Bagi mereka, tanah dan laut adalah sumber kehidupan yang harus dijaga, bukan dieksploitasi.

Pendeta Esrom Lakoruhut, Ketua Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Pulau Obi, turut bersuara lantang mendukung masyarakat. “Kami menolak tambang yang merusak lingkungan dan mengancam masa depan masyarakat. Kami tidak ingin konflik agraria, sosial, atau kehancuran ekologi menimpa warga,” ujarnya tegas.

Warga yang mayoritas bekerja sebagai petani dan nelayan takut kehilangan mata pencaharian. Arnoldus G, salah satu perwakilan masyarakat, menyatakan kekhawatirannya, “Jika tambang masuk, tanah kami rusak, laut tercemar, dan anak cucu kami kehilangan warisan alam. Apa yang bisa kami harapkan?”

Senada dengan itu, Markus T, seorang nelayan, mengungkapkan keresahannya. “Kami sudah melihat desa lain yang terkena dampaknya. Laut mereka rusak, ikan menghilang, dan kehidupan mereka makin sulit. Kami tidak mau itu terjadi di desa kami,” ujarnya.

Masyarakat Desa Bobo meminta pemerintah untuk meninjau ulang izin PT IMS dan mendengarkan aspirasi mereka. Mereka merasa ditinggalkan dalam proses pengambilan keputusan dan menolak tambang yang datang tanpa persetujuan mereka. “Sebelum izin diberikan, masyarakat seharusnya diajak bicara. Jangan sampai kami hanya jadi korban,” tegas seorang warga.

Dukungan dari Gereja Protestan Maluku semakin memperkuat sikap masyarakat. Mereka berharap suara mereka didengar dan alam Desa Bobo tetap lestari untuk generasi mendatang.

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Balik Angka Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara: Infrastruktur dan SDM Jadi Kunci Pemerataan Manfaat Pembangunan

17 Juni 2026 - 22:37 WIT

“ Sopik: Keadilan yang Hidup dari Tanah Adat, Bukan Sekadar Alternatif Hukum”

4 Mei 2026 - 02:02 WIT

Kejati Malut Didesak Segera Tetapkan Kadis PMD Halsel Sebagai Tersangka Kasus Dana Desa

15 April 2026 - 15:16 WIT

Dari Ruang Kelas ke Rumah Belajar: Upaya Harita Nickel Bangun Generasi Pulau Obi

3 April 2026 - 13:51 WIT

Program PELITA Angkatan Ke-5: Harita Nickel dan BPVP Ternate Siapkan Pemuda Kawasi Jadi Tenaga Terampil

16 Maret 2026 - 13:16 WIT

Berkah Ganda Ramadan di Soligi: Sembako Setengah Harga, Modal Usaha untuk Warga

21 Februari 2026 - 16:57 WIT

Trending di Bisnis