HALTENG, SerambiTimur— Pukul 03.00 WIT, saat sebagian warga masih terlelap, suara tabuhan gendang dan lantunan sholawat mulai menyusuri jalanan kampung. Ramadan di Halmahera Tengah tak hanya diwarnai pengumuman pengeras suara masjid atau bedug tradisional, tetapi juga kehadiran aparat kepolisian yang ikut membangunkan warga untuk sahur.
Tradisi membangunkan sahur memang selalu menghadirkan suasana meriah. Di bulan penuh berkah ini, Satuan Lalu Lintas Polres Halmahera Tengah mengambil peran berbeda dari biasanya.

Tak sekadar mengatur lalu lintas atau menegakkan aturan, personel Satlantas turun langsung berkeliling kampung menabuh gendang sahur. Kegiatan ini dipimpin oleh Kasat Lantas, Masqun Abdukish, bersama sejumlah anggota.
Dari pukul 03.00 hingga 04.30 WIT, mereka menyusuri rumah-rumah warga, memastikan tak ada yang terlewat untuk bersantap sahur. Sepanjang perjalanan, lantunan sholawat dan lagu-lagu religi menggema, menciptakan suasana religius sekaligus hangat.

Warga menyambut rombongan dengan antusias. Ada yang melambaikan tangan dari jendela, ada pula yang keluar rumah sembari tersenyum.
Bagi Satlantas Polres Halteng, kegiatan ini bukan sekadar tradisi Ramadan. Ini adalah bentuk pendekatan humanis—bahwa polisi hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Melalui gendang sahur keliling ini, kehadiran polisi terasa lebih dekat—menguatkan ikatan antara aparat dan warga dalam suasana penuh kebersamaan Ramadan.














Tinggalkan Balasan