Menu

Mode Gelap

Politik · 29 Okt 2024 05:15 WIT ·

Kalah Pamor, Paslon Pesaing Diduga Tebar Ancaman ke ASN dan Honorer Ternate


 Kalah Pamor, Paslon Pesaing Diduga Tebar Ancaman ke ASN dan Honorer Ternate Perbesar

TERNATE , SerambiTimur– Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate, Syahril Abdurradjak dan Makmur Gamgulu, kian menunjukkan dominasi jelang Pilkada Kota Ternate pada 27 November 2024. Duet ini meraih dukungan besar dari warga, sebagaimana terlihat dari sejumlah survei yang menempatkan mereka jauh di atas tiga pasangan calon lainnya. Gelombang massa yang terus membeludak di kampanye Syahril-Makmur sepekan terakhir pun memperlihatkan antusiasme rakyat yang siap memilih pemimpin baru.

Namun, dukungan besar bagi paslon nomor urut 4 ini justru memicu kepanikan di kubu pesaing, terutama dari pihak yang memiliki kekuasaan di Pemkot Ternate. Hal ini diungkapkan beberapa warga yang menilai adanya ancaman kepada ASN dan pegawai honorer yang diduga dilakukan untuk mengintervensi pilihan politik mereka.

“Iya benar, belakangan ini intimidasi meningkat. ASN dan pegawai honorer sering merasa tidak nyaman karena ancaman dari atasan mereka,” ungkap seorang warga berinisial Ririn (nama samaran) yang anaknya merupakan pegawai honorer di Pemkot Ternate, Selasa (29/10/2024).

Ririn menegaskan agar ASN dan honorer tak perlu gentar. Tindakan intimidasi seperti ini, menurutnya, justru menunjukkan bahwa kekuatan Syahril-Makmur sudah tak terbendung. “Jangan takut! Hanya yang panik yang berani menebar ancaman. Mari kita tolak politik dinasti dan yakinlah bahwa 2024 ini kita bisa memilih pemimpin baru,” seru Ririn.

Senada dengan itu, Rizal Gani, tokoh masyarakat di Kelurahan Dufa-Dufa, mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ternate untuk sigap mengawasi dan menindak tegas setiap bentuk intimidasi. Menurutnya, para oknum yang menyalahgunakan kekuasaan harus diberikan sanksi tegas demi menjaga netralitas dan keadilan dalam pilkada.

Di sisi lain, Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Ternate, Tahmid Wahab, menanggapi serius isu ini. Ia mengingatkan ASN agar tidak terseret dalam politik praktis, apalagi sampai mengintervensi pilihan masyarakat.

“ASN harus patuh pada aturan. Jika terlibat politik praktis, itu bisa memicu kesenjangan dan konflik,” tegas Tahmid. Ia juga meminta para camat dan lurah untuk fokus pada tugas pokok dan fungsinya, tidak ikut dalam dinamika politik.

Pjs Wali Kota ini juga menekankan bahwa ASN yang terbukti melanggar aturan harus diberi sanksi sesuai pelanggaran mereka. “Kami mendukung penegakan hukum yang tegas agar memberikan efek jera,” ujarnya.

Menjelang pilkada, Tahmid pun mengajak masyarakat Kota Ternate untuk menjaga persatuan dan menunjukkan kematangan berdemokrasi. “Mari jaga kedamaian. Pilih dengan bijak, dan terima hasilnya dengan lapang dada. Siapapun pemenangnya, itu adalah kemenangan kita semua,” pungkasnya.

Ternate siap menyambut pemimpin baru dengan semangat demokrasi yang tinggi, terlepas dari segala bentuk intimidasi dan intervensi yang coba merusak jalannya pemilu.

Artikel ini telah dibaca 109 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Ternate Launching BSPS 2026, Warga Kastela Mulai Terima Bantuan Rumah Layak Huni

20 Mei 2026 - 16:23 WIT

Pemda se-Malut Sinkronkan Program Daerah dengan Asta Cita Presiden

20 Mei 2026 - 16:20 WIT

Sekda Ternate Dorong BP2RD Genjot PAD Lewat Digitalisasi

20 Mei 2026 - 09:44 WIT

Kasus Tunjangan DPRD Malut Rp139 Miliar Mandek, Kini Muncul Anggaran Perjalanan Dinas Rp46,3 Miliar

19 Mei 2026 - 15:04 WIT

TEGAS! Suarez Tolak Pembubaran dan Pelarangan Pemutaran Film “Pesta Babi”: “Ini Riset, Edukasi, dan Hak Masyarakat”

18 Mei 2026 - 16:04 WIT

Nonton Bareng Film “Pesta Babi” di Ternate, Akademisi dan Praktisi Hukum Soroti Ancaman Eksploitasi Alam dan Hak Masyarakat Adat

18 Mei 2026 - 16:02 WIT

Trending di Ternate