Menu

Mode Gelap

Halut · 13 Agu 2024 05:20 WIT ·

Kakanwil Malut Diduga Terlibat Politik Praktis di Pilkada Morotai


 Kakanwil Kemenag Malut Amar Manaf saat memberi sambutan Perbesar

Kakanwil Kemenag Malut Amar Manaf saat memberi sambutan

Morotai, SerambiTimur – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Maluku Utara, H. Amar Manaf, diduga kuat terlibat dalam politik praktis setelah secara terang-terangan mengampanyekan mantan Kepala Kemenag, Qubais Baba, sebagai calon Wakil Bupati Pulau Morotai dalam Pilkada 2024.

Dugaan ini muncul saat acara pisah sambut Kepala Kemenag Morotai lama ke Kepala Kemenag baru yang berlangsung di Kantor Kemenag Pulau Morotai, Senin (12/8/2024). Acara tersebut dihadiri oleh ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat Kemenag, termasuk para kepala sekolah dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) di wilayah tersebut.

Dalam pidatonya, Kakanwil Malut secara terbuka menyebut nama Qubais Baba sebagai calon Wakil Bupati Morotai, yang disambut dengan tepuk tangan meriah oleh para tamu. Bahkan, Kakanwil mengungkapkan skenario di balik pencalonan Qubais Baba di Pilkada Morotai.

“Pak Qubais masuk bursa Wakil Bupati Pulau Morotai bukan sesuatu yang tiba-tiba, tetapi sudah diputuskan sejak satu tahun lalu. Saya pun berpikir bagaimana beliau bisa lebih dekat dengan masyarakat Morotai,” ujar Kakanwil dalam sambutannya.

Ia juga mengakui bahwa dirinya mendorong Qubais Baba untuk kembali ke kampung halaman sebagai persiapan dalam proses pencalonan.

“Saya memutuskan Pak Qubais harus pulang kampung agar bisa masuk dalam bursa pemilihan Bupati Pulau Morotai. Ini bukan sesuatu yang tiba-tiba,” tegasnya.

Kakanwil juga mengungkapkan rasa senangnya atas pencalonan anak buahnya tersebut. “Sebagai Kakanwil, saya sangat senang karena aparatur Kementerian Agama bisa ikut serta dalam proses pemilihan kepala daerah. Insya Allah, beliau akan menang,” ucapnya.

Pernyataan Kakanwil ini menuai kekecewaan dari sejumlah pegawai Kemenag yang hadir. Mereka menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan kepemimpinan yang baik dan melanggar netralitas ASN.

“ASN itu ada aturannya, ada sanksinya. Jadi, jangan kampanye, harus netral,” ujar salah satu pegawai Kemenag dengan penuh penyesalan.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

NHM Peduli Tebar Kebahagiaan Idul Adha, 66 Hewan Kurban Disalurkan di Halmahera Utara

27 Mei 2026 - 15:34 WIT

Menanti Identitas Korban Dukono

12 Mei 2026 - 08:48 WIT

NHM Bergabung dalam Operasi SAR Dukono, Tim Gabungan Berhasil Temukan Semua Korban

11 Mei 2026 - 14:54 WIT

Di Tengah Erupsi Dukono, Evakuasi Dua Korban Penuh Resiko

10 Mei 2026 - 18:34 WIT

Pendakian di Tengah Status Waspada: Tragedi Dukono dan Pertanyaan tentang Kelalaian

9 Mei 2026 - 07:39 WIT

NHM Peduli Bangun Fasilitas Air Bersih di Dusun Kobok, 21 Rumah Kini Nikmati Akses Langsung

7 Mei 2026 - 13:32 WIT

Trending di Daerah