Serambitimur, Haltim, Kepala kantor kementrian agama halmahera timur Drs H Idris, Mengatakan sebagi Umat beragama wajiblah bertoleransi antara satu ummat beragama dengan ummat beragama lainya, karena itu, dimomentum hari Kenaikan Yesus Kristus ini, harus bisa menginspirasi kita sebagi umat beragama dalam membangun kebersamaan dan kerukunan, selain itu menguatkan pemahaman kita tentang moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat karena tujuan moderasi beragama itu, untuk memperkuat dan mengembalikan ajaran agama ke jalan yang lebih tepat.ungkap H Idris (09/05) pada Media ini.
H Idris, Mengatakan, Di kalangan masyarakat banyak yang sala tafsir tentang apa itu moderasi beragama. Banyak yang menyebut bahwa moderasi beragama itu adalah salah satu upaya negara untuk mendangkalkan akidah atau keyakinan umat beragama, padahal Moderasi beragama justru memperkuat dan mengembalikan ajaran agama ke jalan yang lebih tepat.
“ada tiga tantangan sudah dibuat oleh Pokja moderasi beragama. Pertama, berkembangnya cara pandang dan sikap rakyat beragama yang berlebihan atau ekstrim. kedua, berkembangnya klaim pembenaran subjektif, dan pemaksaan kehendak atas tafsir agama, serta pengaruh kepentingan ekonomi dan politik yang berpotensi membentuk konflik. Ini yang kemudian sering terjadi di tengah Masyarakat. dan yang ketiga, berkembangnya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan berbangsa dalam bingkai NKRI. Jadi, menurutnya, masih ada sebagian masyarakat kita yang mempertanyakan hubungan agama dan negara, padahal seperti kita ketahui, para founding fathers sudah selesai dengan hal itu”.jelanya.
Drs H Idris juga, Mengakatan toleransi beragama merupakan sikap saling menghormati dan menghargai antara penganut agama yang satu dengan yang lainya, seperti apa yang disebutkan dalam Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa” yang artinya: berbeda-beda tetapi satu, tidak ada kebenaran yang kedua.
Toleransi beragama ini, sudah sejak zaman dulu terjalin, yakni pada masa pemerintahan kerajaan Majapahit. Indonesia terdiri dari banyak pulau dan beragam suku bangsa dan Agama. Walaupun demikian, “kata H Idris” kita adalah bangsa Indonesia yang bernaung di bawah negara kesatuan Repulblik Indonesia. Jangan karena suatu perbedaan, kita menjadi terpecah belah, kita adalah satu bangsa Indonesia.jelasnya.
Drs H Idris pun Menyampaiakan, Dalam Sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, memberikan kebebasan kepada setiap invidu untuk meyakini kepercayaannya masing-masing menjalankan ajaran agamanya, dan menjunjung tinggi keyakinan dari umat beragama lainya.
Karena itu, “kata H Idris: Apa yang di Maksud dengan Toleransi beragama itu, merupakan sikap saling menghormati, saling menghargai setiap keyakinan orang, tidak memaksakan kehendak, serta tidak mencela ataupun menghina agama lain dengan alasan apapun, karena tujuan toleransi beragama adalah meningkatkan iman dan ketakwaan masing-masing penganut agama.dengan demikian, kita sebagai umat yang menganut ajaran agama, semakin menghayati dan memperdalam ajaran agama dan berusaha untuk mengamalkannya, sehingga mencegah terjadinya perpecahan antara umat beragama akibat perpedaan. Jelasnya.
H Idris pun Berharap di momentum memperingati hari kenaikan Yesus ini, dapat mengispirasi kita untuk lebih meningkatkan kesadaran dalam memperkuat kebersamaan dalam bingkai NKRI. harapnya. (**)
















Tinggalkan Balasan