Menu

Mode Gelap

Halsel · 22 Jan 2024 03:54 WIT ·

Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting, PKH Kayoa Utara Harap Jadi Program Prioritas


 PKH Kayoa Utara bersama pemerintah desa dan pihak terkait gelar sosialisasi stunting. Foto (Istimewa) Perbesar

PKH Kayoa Utara bersama pemerintah desa dan pihak terkait gelar sosialisasi stunting. Foto (Istimewa)

Halsel – Pendamping Kecamatan Program Keluarga Harapan (PKH) menggelar kegiatan rembuk stunting dan sosialisasi kepada masyarakat Desa Akejailolo terkait pentingnya pencegahan dan penanganan stunting.

Kegiatan tersebut dilakukan bersama Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kader Posyandu, PKK Desa, Bidan Desa bertempat di Kantor Desa Akejailolo, Kayoa Utara, Sabtu, 20 Januari 2024.

Pendamping Kecamatan PKH Kayoa Utara, Iksan N Sangaji mengatakan kegiatan sosialisasi ini dilakukan, mengingat karena stunting merupakan manifestasi dari kegagalan pertumbuhan yang dimulai sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun atau 1000 hari pertama kelahiran.

“Pencegahan dan penanggulangan stunting harus dimulai secara tepat sebelum kelahiran dan berlanjut sampai anak berusia dua tahun,” katanya.

Menurut dia, sebagaimana arahan Presiden RI Joko Widodo, bahwa percepatan penurunan stunting di Indonesia telah tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Hal ini menjadi fokus utama Presiden, karena semakin banyak kasus stunting yang terjadi di Indonesia.

“Sehingga kegiatan rembuk stunting yang kami laksanakan di Desa Akejailolo hari ini adalah bentuk dukungan kepada pemerintah,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, permasalahan stunting menjadi prioritas pemerintah, ini karena masalah ini memengaruhi kualitas SDM yakni terhambatnya tumbuh kembang anak dan lain-lain. Sehingga, program ini dilaksanakan secara terintegritas dari Pemerintah Pusat sampai ke pemerintah desa dengan melibatkan berbagai sektor.

“Kami menyarankan agar Pemerintah Desa Akejailolo menjadikan program pencegahan dan penanganan stunting sebagai program prioritas skala desa di 2024 demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Bidan Desa Anitasari Hanafi menambahkan menyiapkan generasi yang kelak akan menggantikan posisi orang tua, maka harus berkewajiban mempersiapkan generasi sejak dini.

“Kita semua yang hadir dalam kegiatan rembuk stunting ini berkewajiban untuk mempersiapkan generasi kita sejak dini, sejak dalam kandungan seorang ibu,” ujarnya.

Menurut dia, ibu hamil maupun ibu dengan balita harus selalu berkunjung ke posyandu untuk pemeriksaan kesehatan.

“Hal ini dimaksudkan agara terhindar dari hal yang tidak kita ingin secara bersama,” tuturnya.

Pemerintah Desa Akejailolo, Burhan Safar mengaku, memberikan support dan dukungan kepada Pendamping Program PKH karena telah melaksanakan kegiatan rembuk stunting atau sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting di Desa Akejailolo.

“Kami dari Pemdes akan menindaklanjuti kegiatan ini dalam musyawarah desa untuk tahun anggaran 2024 sebagai salah satu program prioritas Pemerintah Desa,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harita Nickel Bergerak Cepat Tangani Banjir Halmahera Barat, Logistik dan Tim Medis Diterjunkan

13 Januari 2026 - 14:43 WIT

Lapas Kelas III Labuha Perkuat Ketahanan Pangan lewat Pembinaan Pertanian Warga Binaan

6 Januari 2026 - 12:27 WIT

Harita Nickel Gencarkan Sosialisasi Swasembada Pangan di Obi, Halmahera Selatan  

1 Desember 2025 - 12:59 WIT

Ironi Dauri: Punya Wakil Rakyat, Satu Jembatan Pun Tak Mampu Diperjuangkan

11 November 2025 - 16:43 WIT

Pelabuhan Semut Halsel: Antara Janji Pembangunan dan Bayang Krisis Anggaran

11 November 2025 - 12:05 WIT

Kejati Malut Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Unsan Halsel Rp8,4 Miliar

4 November 2025 - 15:22 WIT

Trending di Daerah