HALTENG, SerambiTimur – Sejumlah wilayah di Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai dua meter. Banjir ini diduga disebabkan oleh jebolnya tanggul yang berlokasi di Kilo 15, kawasan tambang PT Indonesia Weda Industrial Park (IWIP).

Suasana banjir di lingkar tambang Halmahera tengah
Informasi yang diperoleh dari seorang karyawan PT IWIP yang enggan disebutkan namanya, menyebutkan bahwa tanggul di Kilo 15 telah jebol. “Bukan hanya meluapnya Sungai Lukolamo dan sistem drainase yang buruk, tetapi tanggul di lokasi Kilo 15 area tambang juga jebol,” ujarnya pada Minggu (21/07).
Ia juga mengungkapkan bahwa informasi mengenai jebolnya tanggul tersebut dilarang untuk disampaikan kepada media. “Jika ketahuan, maka akan di-PHK,” singkatnya.



















Tinggalkan Balasan