Serambitimur Halsel – Dugaan Rasa takut, bakal tidak memperoleh Suara signifikan atas dukungan ASN khususnya Tenaga pengajar (Guru) dan pegawai administrasi pada pemilihan kepala Derah (Pilkada) November 2024 nanti.
Kepala Dinas pendidikan (Disdik) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Siti Khotijah secara diam-diam ganti sejumlah kepala sekolah SD dan SMP tanpa alasan yang jelas. tindakan Siti Khotijah itu dinilai seakan tidak menghiraukan kemajuan pendidikan di Halmahera selatan.
Informasi yang diterima media ini dari salah satu group whatsap kepala sekolah, muncul sejumlah komentar yang beragam dari para kepala sekolah dan dewan guru terkait kebijakan Kepala Dinas, Siti Khotijah.
Mereka menyesalkan tindakan dinas pendidikan dibawah perintah Siti Khotijah yang mengubah data pokok pendidikan (Dapodik) sekolah tampa melalui pemberitahuan.
“Kenapa di dapodik tiba-tiba ada perubahan/pergantian nama Kepala Sekolah baru. Sedangkan operator sekolah tidak pernah melakukan perubahan data Kepala Sekolah, apa ada pergantian Kepsek di Bulan Maret kemarin,”tanya salah satu Kepsek yang terbaca dalam group whatsap tersebut, Sabtu (6/4/2023)
Selain itu, para kepala sekolah itu juga mempertanyakan soal penelitian tindakan kelas (PTK). “Bukan hanya pergantian tapi data PTK di dapodik ancor. Letak kesalahan dimana ne.?”tanya salah satu peserta group.
Bahkan ada peserta group yang mempertanyakan pengangkatan pegawai non guru yang diangkat jadi kepala sekolah.
“Siapa yang salah?, Tertukarnya kepala sekolah dengan guru bantu, ada guru SMP yang jadi kepala sekolah SD,”tanya salah satu peserta dalam group whatsap.
Menurutnya, kalaupun ada pergantian harus se-level, kemudian pengankatan kepala sekolah seharusnya guru, bukan sebaliknya.
“Masalahnya pergantian harus se-level tapi ada guru SMP jadi Kepsek SD. Ada pengawas kecamatan yang bukan guru bisa jadi Kepsek SD, tapi kita semua harus ikhlas saja,” tulisnya dalam group tersebut.(**)



















Tinggalkan Balasan