TERNATE, SerambiTimur – Kedatangan plakat Pahlawan Nasional Sultan Zainal Abidin Syah di Maluku Utara pada Kamis, 20 November 2025, menjadi momentum sakral yang menyatukan Ternate dan Tidore dalam pusaran penghormatan. Dimulai dari Bandara Sultan Babullah Ternate, arak-arakan plakat ini menjadi simbol persatuan dan kebanggaan masyarakat Maluku Utara.
Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, menjadi salah satu tokoh kunci dalam prosesi penyambutan ini. Di Pelabuhan Residence Ternate, ia hadir bersama jajaran pemerintah kota, menyambut plakat yang baru tiba dan siap melanjutkan perjalanan bersejarahnya. Kehadirannya bukan sekadar seremonial, tetapi juga wujud komitmen Ternate dalam menghargai jasa-jasa pahlawan nasional.
Perjalanan plakat menuju Tidore dikawal ketat, dengan iringan tradisi maritim yang memukau. Di atas kapal, Nasri Abubakar bersama Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, dan Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, serta ahli waris Sultan Zainal Abidin Syah, Prof. Dr. Mahmud Arifin Raimadoya, larut dalam suasana khidmat.
Setibanya di Pelabuhan Rum Tidore, suasana semakin meriah. Sultan Tidore, Hi. Husain Syah, turun langsung menyambut plakat bersama tokoh adat dan pejabat tinggi daerah. Dari pelabuhan, arak-arakan besar dimulai menuju Kedaton Kesultanan Tidore, pusat sejarah dan kebesaran Kesultanan Tidore.
Muhammad Sinen, sebagai Wali Kota Tidore, memimpin langsung prosesi adat yang megah dan penuh simbol. Diiringi tifa, barisan soa-soa adat, tokoh masyarakat, dan ribuan warga, arak-arakan melintasi jalan-jalan kota, membawa semangat penghormatan kepada sang pahlawan. Kehadiran Wakil Gubernur Maluku Utara, Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar, Wakil Bupati Halmahera Timur, serta unsur Forkopimda Kota Tidore Kepulauan semakin menambah khidmat suasana.
Setelah prosesi adat di Kedaton Tidore, ahli waris berziarah ke makam Sultan Zainal Abidin Syah, mengenang jasa-jasa beliau. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Eks Rumah Dinas Gubernur Pertama Provinsi Irian Barat di Kelurahan Tomagola, tempat bersejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan Sultan Zainal Abidin Syah sebagai gubernur pertama Irian Barat.
Nasri Abubakar, yang setia mengawal prosesi sejak dari Ternate hingga Tidore, tak dapat menyembunyikan rasa haru dan bangganya. “Ini adalah momen yang sangat bersejarah. Dari Ternate hingga Tidore, kita menyaksikan persatuan masyarakat Maluku Utara dalam memberikan penghormatan kepada seorang putra bangsa yang berjasa besar bagi negeri ini,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya momentum ini untuk menghidupkan kembali kesadaran sejarah bagi generasi muda. Arak-arakan plakat ini, menurutnya, adalah wujud komitmen masyarakat Maluku Utara untuk menjaga dan merawat jejak perjuangan Sultan Zainal Abidin Syah sebagai figur besar yang berperan dalam diplomasi, perjuangan daerah, dan keutuhan NKRI.
Arak-arakan plakat ini bukan sekadar seremonial belaka. Lebih dari itu, ini adalah wujud persatuan dan kebanggaan masyarakat Maluku Utara, dari Ternate hingga Tidore, dalam menghormati jasa-jasa pahlawan nasional Sultan Zainal Abidin Syah. Sebuah momentum yang akan terus dikenang dan diwariskan kepada generasi mendatang.














Tinggalkan Balasan