TERNATE, SerambiTimur- Di tengah duka yang menyelimuti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat banjir dan tanah longsor, secercah kepedulian datang dari Maluku Utara. Jauh dari pusat bencana, daerah ini mengulurkan tangan dengan penuh empati—mengirimkan bantuan keuangan sebesar Rp2 miliar sebagai wujud solidaritas.
Kabar ini dibenarkan Kepala BPKAD Maluku Utara, Ahmad Purbaya, saat dihubungi pada Minggu (8/12). Bantuan tersebut dituangkan dalam surat resmi yang ditandatangani Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsudin A. Kadir, dan diambil dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT), sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri.
Bantuan itu dibagi merata:
- Rp500 juta untuk Pemerintah Provinsi Aceh
- Rp500 juta untuk Kabupaten Aceh Utara
- Rp500 juta untuk Pemerintah Provinsi Sumatera Utara
- Rp500 juta untuk Pemerintah Provinsi Sumatera Barat
Meski jarak memisahkan ribuan kilometer, pesan yang terkandung lebih besar dari angka yang tertulis. Bantuan ini adalah simbol harapan, pengingat bahwa bencana tidak pernah memutuskan persaudaraan antar daerah.
“Semua ini adalah wujud kebersamaan kita sebagai bangsa,” ujar Ahmad singkat namun penuh makna.
Di ruang kerja di Jalan Raya Lintas Halmahera, tim yang menyusun dokumen bantuan merasakan kepuasan tersendiri. Mereka sadar, apa yang dikirimkan bukan sekadar alokasi anggaran—melainkan bukti bahwa Indonesia tetap satu keluarga, terutama ketika sebagian anggotanya sedang berduka.
Semoga bantuan ini menjadi cahaya kecil yang menerangi hari-hari sulit warga terdampak, dan menjadi penanda bahwa Maluku Utara hadir—walau dari kejauhan.















Tinggalkan Balasan