Serambitimur Halsel, – Dinobatkan Sebagai Tokoh Pemersatu Masyarakat Halmahera selatan, Bahrain Kasuba juga disebut kandidat bakal calon Bupati Halsel terkuat, yang nantinya memenangkan pemilukada serentak pada 27 November nanti.
Bahrain Kasuba pun di undang sebagai tamu istimewa, dan disambut oleh para tokoh- tokoh Buton, serta masyarakat pada umumnya, dalam acara perayaan adat yang diselenggarakan oleh Ikatan Pemuda Desa Gandasuli (13/04).
Ketua Tim sahabat BK, Rustam Side, Pada awak media ini, Mengatakan, dimata para tokoh-tokoh Buton Bahrain kasuba merupakan Bupati Halsel 2016-2021 yang pernah menorehkan berbagi pertasi sala satunya adalah mampu merangkul semua etnis yang mendiami bumi Halmahera selatan, dan itu dibuktikan dengan 20 unit rumah adat yang bangun di kawasan kebun karet, selain itu, “kata rusatam” Pembangunan fasilitas olahraga GBK, Miniatur monas jakarta serta pembangunan fisik lainnya yang tersebar di 30 kecamatan Halmahera selatan sebagai bentuk pemerataan pembangunan dalam rangka melayani kebutuhan mendasar masyarakat. ungkapnya.
Rustam Menyampaikan, Loyalitas serta komitmen memperjuangkan amanah masyarakat bukanlah hal yang muda, karena kepercayaan publik menjadi kekuatan utama seorang pemimpin, hal teraebut jika di amati, Karakter dan mental sedemikian ini hanya ada pada Bahrain kasuba, kita bisa liat “kata Rustam” Beberapa dekade ini, Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba dinilai Pemberi Harapan Palsu (PHP) kepada publik utamanya Masyarakat Kecamatan Pulau Makian, terkiat dengan pembangunan lanjutan Rumah Sakit Pratama (RSP), dimana Bupati Halsel Bassam Kasuba menyampiakn di media akan menganggarkan Rp 20 Miliar melalui APBD Tahun 2024 untuk pembangunan lanjutan RSP di Pulau Makian, tetapi kenyataanya tidak di lakukan.
Bahkan beberpa media onelain menyebutkan, Pembangunan lanjutan RSP, dan pembangunan Jalan Utama di Kecamatan Pulau Makian tidak di alokasi anggran tahun 2024, Hal tersebut menandakan bahwa Bupati Basam kasuba telah membohongi publik utamanya masyarakat Makian-kayoa(makayoa).
Karena itu, lanjut Rustam, pemimpin yang harus di hadirkan kedepan adalah pemimpin pandai merasakan dan memahami apa yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat, karena pemimpin yang amanah adalah pemimpin yang mampu mengelolah Rasa dalam dirinya untuk merasakan apa yang di rasakan masyarakat, sehingga mampu mempertangungjawabkan, dan membuktikan apa yang suda di sampaikam di publik.
namun jika pemimpin tersebut tidak lagi menepati janjinya maka suda tentu pemimpin tersebut tidak bisa di harapkan lagi. ujarnya(**)



















Tinggalkan Balasan