Ternate, SerambiTimur – Aliong Mus, pria kelahiran Taliabu, Maluku Utara, memiliki ambisi besar untuk mengatasi ketimpangan pembangunan di wilayahnya. Bersama pasangannya, Sahril Thahir, Aliong berkomitmen memperjuangkan pemekaran wilayah dan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) sebagai salah satu upaya mempercepat pembangunan di Maluku Utara.
Aliong dilahirkan di Desa Gela, Pulau Taliabu, pada 3 Oktober 1977. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Bobong dan melanjutkan ke SMP Negeri Bobong. Kemudian, ia bersekolah di SMA Negeri 2 Kota Ternate sebelum pindah ke SMA Negeri 9 Semarang. Setelah itu, Aliong melanjutkan studi di Institut Teknologi Pembangunan Surabaya (ITPS), di mana ia meraih gelar sarjana pada tahun 2004. Di kampus ini pula, Aliong mulai aktif dalam dunia organisasi melalui Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Setelah menyelesaikan pendidikannya di Pulau Jawa, Aliong kembali ke Maluku Utara dan aktif dalam organisasi. Ia bergabung dengan Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Maluku Utara serta Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Maluku Utara.
Di dunia politik, Aliong, yang akrab disapa Bravo, menambatkan hatinya pada Partai Golkar. Ia dipercaya memegang sejumlah posisi penting, seperti Ketua DPD II Golkar Kabupaten Pulau Morotai, Bendahara DPD I Golkar Provinsi Maluku Utara, dan saat ini menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Pulau Taliabu.
Sejak tahun 2009 hingga 2014, Aliong duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Partai Golkar. Pada 2014 hingga 2015, ia terpilih menjadi anggota DPRD Pulau Taliabu dan menduduki posisi Ketua DPRD. Pada Pemilu Presiden 14 Februari lalu, Aliong dipercaya sebagai Ketua Tim Kampanye Daerah Prabowo-Gibran untuk Maluku Utara.
Keinginannya untuk terlibat langsung dalam pembangunan membawa Aliong mencalonkan diri sebagai Bupati Pulau Taliabu. Bersama Ramli sebagai wakil bupati, Aliong memimpin Taliabu selama dua periode, 2016-2021 dan 2021-2024. Kerja sama mereka berjalan harmonis, di mana Aliong menekankan pentingnya pengabdian di atas persaingan politik.
Sebagai kabupaten baru yang dimekarkan pada 14 Desember 2012, Pulau Taliabu menghadapi berbagai tantangan dalam pembangunan. Namun, dengan pengalamannya, Aliong mampu memajukan Taliabu, terutama dalam sektor pariwisata, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Aliong dan Sahril Thahir terus menyuarakan pentingnya pemekaran wilayah melalui DOB untuk mempercepat pembangunan dan mengurangi kesenjangan antara kota dan desa. Selain itu, Aliong juga menaruh perhatian besar pada sektor pendidikan, kesehatan, kelautan dan perikanan, pertanian, serta pemberdayaan UMKM demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



















Tinggalkan Balasan