TERNATE, SerambiTkmur-Lonjakan kasus HIV/AIDS di Kota Ternate menjadi perhatian serius DPRD setempat. Komisi III DPRD Kota Ternate meminta agar Dinas Kesehatan (Dinkes) dan pemerintah kota memperkuat edukasi, pemetaan kelompok risiko, serta memperhatikan ketersediaan anggaran dan pengobatan bagi ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).
Anggota Komisi III, M. Syaiful, mengatakan bahwa peningkatan kasus menandakan perlunya langkah lebih terukur dan kolaboratif antar pemangku kepentingan. “Kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDS harus ditingkatkan melalui edukasi dan sosialisasi yang lebih masif,” ujar Syaiful, Rabu (30/7).
Menurutnya, Dinas Kesehatan sebagai ujung tombak penanggulangan HIV/AIDS tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan peran aktif masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi sosial, serta dukungan legislatif.
Syaiful juga menyoroti perlunya peningkatan akses terhadap layanan pengobatan antiretroviral (ARV). “Ini penting untuk pencegahan maupun pengobatan. Tapi lagi-lagi, ini butuh ketersediaan anggaran yang memadai,” katanya.
Ia mengakui bahwa salah satu kendala yang masih terjadi adalah rendahnya literasi masyarakat terkait HIV. “Banyak yang masih menganggap biasa saja, bahkan terjadi diskriminasi terhadap ODHA. Ini menghambat proses penanganan,” ungkapnya.
Karena itu, Syaiful menekankan pentingnya pemetaan kelompok rentan sebagai dasar edukasi dan intervensi. “Kami minta pemerintah kota, khususnya Dinas Kesehatan, menyusun program dan penganggaran yang benar-benar selektif, terukur, dan sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Diketahui, Dinas Kesehatan Kota Ternate mencatat adanya 80 kasus baru HIV/AIDS dari Januari hingga Juni 2025. Secara kumulatif sejak 2007, jumlah kasus mencapai 1.176 orang, dengan 469 di antaranya meninggal dunia dan 707 masih hidup hingga Mei 2025.
Penanggung jawab Program P2 IMS HIV/AIDS Dinas Kesehatan, Hamida, mengungkapkan bahwa angka tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan intervensi dini dan pengobatan berkelanjutan.
Sebagai informasi, HIV (Human Immunodeficiency Virus) menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) jika tidak diobati. HIV hanya menular melalui cairan tubuh tertentu seperti darah, cairan sperma, cairan vagina, atau ASI, dan bukan melalui sentuhan atau udara.
Hingga kini, belum ada obat untuk menyembuhkan HIV, tetapi terapi ARV terbukti efektif mengendalikan virus agar tidak berkembang lebih lanjut dan memungkinkan ODHA menjalani hidup normal.















Tinggalkan Balasan