TIDORE, SerambiTimur — Kesedihan masih membayangi keluarga 11 petani Desa Maba Sangaji, Halmahera Timur, yang kini mendekam di tahanan. Mereka dituduh menghalangi aktivitas pertambangan PT Position di lahan yang sejak dulu mereka jaga sebagai tanah ulayat.
Di tengah persoalan pelik ini, Sultan Tidore Husain Alting Sjah angkat bicara. Dihubungi via telepon pada Kamis (24/7/2025), Sultan Husain meminta majelis hakim dan jaksa di Pengadilan Negeri Soasio Tidore untuk benar-benar mempertimbangkan hati nurani dalam menangani kasus ini.
“Mereka ini kepala keluarga, tulang punggung. Saya berharap hakim bisa memutuskan dengan pertimbangan kemanusiaan, dan kalau bisa menggunakan Restorative Justice, agar mereka dibebaskan,” tutur Sultan Husain penuh harap.
Ia menegaskan, penahanan yang berlarut-larut hanya menambah beban keluarga para petani yang kini hidup tanpa sandaran. Anak-anak mereka terpaksa menunggu di rumah tanpa kepastian nafkah.
“Kalau ditahan berbulan-bulan, siapa yang penuhi kebutuhan anak istri mereka? Ini harus jadi pertimbangan bersama,” tambah mantan anggota DPR RI ini.
Sultan Husain pun menyoroti kehadiran PT Position yang memicu konflik di Maba Sangaji. Ia mengaku tidak begitu tahu detail perusahaan tersebut, namun berharap manajemen perusahaan mau membuka ruang dialog dengan masyarakat.
“Kalau perusahaan mau memaklumi, operasional juga bisa berjalan baik, warga tidak mesti dirugikan. Duduk bersama adalah jalan terbaik, bukan saling memenjarakan,” tukasnya.














Tinggalkan Balasan