TERNATE, SerambiTimur – Kondisi sarana dan prasarana di UPTD Instalasi Farmasi Kesehatan (IFK) Kota Ternate memprihatinkan. Sejumlah fasilitas rusak hingga berdampak pada penyimpanan obat-obatan.
Kepala UPTD IFK, Munirah Rivai, menyampaikan keluhan tersebut saat menerima kunjungan anggota DPRD Kota Ternate, Nurjaya Hi Ibrahim, pada Senin (2/6/2025).
“Fasilitas di sini sudah rusak parah. Atap bocor, plafon bocor, dan sebagian dinding retak. Air hujan bahkan sering masuk ke dalam ruangan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, akibat kerusakan itu, kelembaban tinggi menyebabkan obat-obatan terancam rusak. Pegawai pun kerap terpaksa kembali ke kantor malam hari saat hujan turun demi menyelamatkan obat.
“Pernah genangan air cukup tinggi, jadi kami harus siaga mengepel dan bersihkan seluruh ruangan,” tambah Munirah.
Masalah lain yang disorot adalah ketiadaan instalasi listrik memadai untuk mengoperasikan pendingin ruangan (AC) di ruang penyimpanan obat.
“AC-nya baru pengadaan 2024, tapi tidak bisa dipakai karena daya listrik tidak cukup. Padahal suhu ruang penyimpanan sangat krusial menjaga efektivitas obat,” jelasnya.
Munirah juga menyoroti banyaknya permintaan obat dari kegiatan sosial seperti sunatan massal hingga fun run, selain melayani 11 puskesmas, satu RSUD, dan satu UPTD Labkesda.
Sebagai informasi, bangunan IFK tersebut dibangun pada 2019 dan selesai 2020. Namun, menurut Munirah, kerusakan mulai terjadi sejak awal 2021, hanya setahun setelah operasional.















Tinggalkan Balasan