TERNATE, SerambiTimur – Dugaan penipuan arisan online kembali mencuat di Kota Ternate. Arisan yang dikelola lewat grup Facebook “Owner Amanah Arisan Ternate” disebut merugikan sejumlah peserta hingga ratusan juta rupiah. Pengelola arisan diketahui bernama Nurdiyani Kilinbarin, istri dari anggota polisi berinisial YM.
Modus arisan ini berlangsung sejak 15 September 2023, dengan nominal setoran antara Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan. Salah satu korban, Siti Romlah, mengaku seharusnya menerima pencairan pada 15 April 2025, namun hingga Mei belum ada dana yang diterima.
“Arisan saya seharusnya cair 15 April lalu, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Saya setor total Rp62,5 juta karena menggantikan setoran saudara saya yang berhenti di tengah jalan,” ujar Romlah.
Kasus serupa dialami korban lain, Manti Walanda, yang seharusnya menerima Rp100 juta namun hanya diberikan Rp60 juta oleh suami Nurdiyani. “Kami patungan ikut arisan, tapi sisanya belum dikembalikan. Setelah saya tagih, saya malah dikeluarkan dari grup dan diblokir dari semua kontak,” jelasnya.
Korban lain, Sahriyani, mengaku kehilangan Rp76 juta setelah ikut arisan selama 19 bulan. “Saya malah dimaki-maki saat menagih uang. Katanya, kalau telat setor uang hangus, tapi saat pencairan malah tidak dikirim,” katanya.
Nurdiyani membantah tudingan penipuan. Ia mengklaim keterlambatan pencairan disebabkan oleh sejumlah peserta yang tidak lagi menyetor. “Saya juga sempat sakit, dan karena ATM saya diblokir, suami saya bantu pakai rekeningnya untuk pembayaran,” katanya.
Meski demikian, Nurdiyani berjanji akan bertanggung jawab atas seluruh dana peserta. Sejumlah korban menyatakan telah menyiapkan pendampingan hukum untuk menuntut pengembalian dana.















Tinggalkan Balasan