Ternate, SerambiTimur — Sosok Farida Saleh, S.Pd., M.M., kini dikenal sebagai Lurah Akehuda, Kecamatan Ternate Tengah. Namun di balik perannya sebagai pemimpin kelurahan, Farida menyimpan kisah inspiratif yang berakar pada sosok kakeknya, Djabar Ibu—mantan Kepala Desa Akehuda yang memimpin selama 42 tahun.
“Kakek saya selalu menanamkan nilai pengabdian. Baginya, jadi pemimpin bukan untuk jadi kaya, tapi untuk melayani,” ujar Farida saat ditemui pekan ini.
Lahir tahun 1969, Farida menempuh pendidikan dasar di SD Inpres Akehuda, lalu melanjutkan ke SMPN 2 Ternate, dan SMAN 1 Ternate. Ia kemudian kuliah di IKIP Manado dan lulus pada 1994. Pendidikan S2 ia selesaikan di STIE Malang pada 2013.
Kariernya dimulai sebagai guru di SMPN Morotai pada 1995. Setelah sempat berpindah ke SMPN 5 dan kemudian SMPN 6 Ternate, Farida mengabdi di dunia pendidikan selama lebih dari satu dekade, termasuk sebagai pengawas sekolah dan pamong belajar.
“Kalau dijumlah, saya berkecimpung di dunia pendidikan itu sekitar 12 tahun,” jelasnya.
Pengabdian Farida di Kelurahan Akehuda dimulai pada 1 November 2022. Dalam setahun, ia berhasil membawa Kelurahan Akehuda menjuarai lomba 10 program pokok PKK tingkat Provinsi Maluku Utara untuk dua kategori: Administrasi PKK terbaik dan Kader Posyandu terbaik.
Ia juga tercatat sebagai peserta Paralegal Justice Award 2023 dan menjadi satu dari dua perwakilan Maluku Utara yang lulus seleksi nasional. Tak hanya itu, ia aktif di Forum PKBM Kota dan Provinsi serta menjabat sebagai asesor BAN-PDM.
Kini, di tengah kesibukannya sebagai lurah, Farida juga mengelola PKBM Mario Laha—lembaga pendidikan nonformal untuk warga putus sekolah yang ingin menempuh pendidikan kesetaraan paket A, B, dan C.















Tinggalkan Balasan