Menu

Mode Gelap

Ternate · 21 Apr 2025 14:46 WIT ·

Ekonomi Keluarga Lemah, Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat


 Ekonomi Keluarga Lemah, Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat Perbesar

Ternate, SerambiTimur – Keterpurukan ekonomi dalam keluarga ternyata punya dampak serius terhadap meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Fakta ini terungkap dalam sebuah kajian yang disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Maluku Utara, Musrifah Alhadar, saat peringatan Hari Kartini ke-147 di Bela Hotel, Senin (21/4/2025).

Mengusung tema “Perempuan Maluku Utara Berdaya, Anak Terlindungi, UMKM Tumbuh,” peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momentum reflektif bagi seluruh elemen untuk memperkuat peran perempuan dalam berbagai sektor.

“Ketika ekonomi keluarga melemah, potensi kekerasan terhadap perempuan dan anak cenderung meningkat. Ini menjadi perhatian serius kami,” ungkap Musrifah.

DP3A Maluku Utara, kata dia, terus mendorong penguatan kualitas hidup perempuan dan anak. Sejumlah program pun digerakkan, selaras dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, mulai dari penguatan SDM, kesetaraan gender, hingga perlindungan terhadap penyandang disabilitas.

Upaya ini juga ditopang oleh visi Gubernur Maluku Utara 2025–2030: “Maluku Utara Bangkit, Maju, Sejahtera dan Berkeadilan”.

Musrifah mencatat capaian positif dalam pemberdayaan gender. Indeks Pembangunan Gender (IPG) Maluku Utara pada 2023 mencapai 90,59, naik dari 90,3 pada 2022. Sementara Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) menembus angka 79,05—tertinggi ketiga secara nasional.

“Ini menunjukkan perempuan Maluku Utara semakin aktif dalam politik, pengambilan keputusan, dan ekonomi,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengakui bahwa Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan masih rendah dan tertinggal dari rata-rata nasional.

Di sela acara, pihaknya bersama Forkopimda dan organisasi perempuan juga melakukan road show edukasi ke sekolah-sekolah di Ternate, sekaligus meluncurkan layanan #torangada—platform aduan dan perlindungan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Layanan ini hadir sebagai ruang aman dan solusi bagi siapa saja yang sedang berada dalam tekanan dan tak tahu harus ke mana,” pungkas Musrifah.

 

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polres Ternate Musnahkan 15.771 Botol Miras Ilegal dan 5,6 Kg Ganja

1 Juli 2026 - 20:13 WIT

Aksi Jilid III di Kemenag RI, FAKI dan GPM Ultimatum Menteri Agama Copot Kakanwil Kemenag Maluku Utara

30 Juni 2026 - 21:55 WIT

Pemkot Ternate Matangkan RKPD 2027, Empat OPD Jadi Prioritas Pembenahan Kota dan Peningkatan PAD

29 Juni 2026 - 21:25 WIT

Menjelang Rakernas JKPI, Sekda Ternate Ingatkan ASN: Disiplin adalah Wajah Pelayanan Publik

24 Juni 2026 - 20:13 WIT

Di Bela Hotel Ternate: Gubernur Sherly Tekankan Data Akurat Kunci Kebijakan, Ajak Masyarakat Dukung Sensus Ekonomi 2026  

20 Juni 2026 - 13:56 WIT

Di Balik Angka Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara: Infrastruktur dan SDM Jadi Kunci Pemerataan Manfaat Pembangunan

17 Juni 2026 - 22:37 WIT

Trending di Daerah