Ternate, SerambiTimur – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Ternate menjadi satu-satunya rumah sakit di Maluku Utara yang mendapat kepercayaan dari Kementerian Kesehatan RI untuk menjalankan program Sistem Informasi Rumah Sakit Rujukan Nasional (SIHREN). Sebagai tindak lanjut, tim Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemenkes melakukan kunjungan lapangan untuk melakukan monitoring dan evaluasi (Monev), Senin (21/4/2025).
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh jajaran manajemen rumah sakit. Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Chasan Boesoirie, Agung Sri Sadono, menjelaskan bahwa tim Irjen hadir untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung program SIHREN.
“Tujuan utama dari kedatangan tim adalah untuk memantau kesiapan rumah sakit dalam menyambut bantuan alat kesehatan yang akan datang, agar bisa langsung digunakan untuk pelayanan,” ujar Agung.
Menurutnya, pihak rumah sakit telah mempersiapkan seluruh kebutuhan penunjang agar pelaporan dan pelaksanaan program dapat berjalan optimal. “Alhamdulillah, sampai saat ini kami sudah siap, dan monitoring ini menjadi bagian penting untuk memastikan itu semua,” tambahnya.
Selain fokus pada program SIHREN, tim Irjen Kemenkes juga melakukan evaluasi terhadap layanan unggulan yang tengah dikembangkan RSUD Chasan Boesoirie, yakni KJSU KIA—yang meliputi Kanker, Jantung, Syaraf, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak.
“Sebagai rumah sakit pengampu KJSU-KIA di Maluku Utara, kami terus menjalin kerja sama dengan rumah sakit lain untuk memperkuat jejaring layanan ini,” kata Agung.
Ke depan, RSUD Chasan Boesoirie berkomitmen memprioritaskan pengembangan layanan KJSU-KIA agar masyarakat di Maluku Utara dapat merasakan pelayanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas.















Tinggalkan Balasan