Menu

Mode Gelap

Daerah · 17 Des 2025 21:03 WIT ·

Tidore Soroti Evaluasi Terlambat dan Jalan Payahe–Dehepodo di Forum Kada Malut


 Tidore Soroti Evaluasi Terlambat dan Jalan Payahe–Dehepodo di Forum Kada Malut Perbesar

TERNATE, SerambiTimur – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menyampaikan kritik yang terarah dan konstruktif dalam Forum Kepala Daerah (Kada) se-Maluku Utara yang digelar Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Bappeda, di Ballroom Gamalama Bela Hotel, Ternate, Rabu (17/12/2025).

Forum yang dipimpin langsung Gubernur Maluku Utara Sherly Laos bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe ini dihadiri para bupati dan wali kota, kepala Bappeda kabupaten/kota, serta pimpinan OPD strategis, di antaranya Dinas PUPR, Kesehatan, Pendidikan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Perindustrian, UMKM, Dukcapil, dan instansi teknis lainnya.

Agenda utama forum adalah mengevaluasi capaian program pembangunan tahun 2025 sekaligus menyusun arah perencanaan pembangunan tahun 2026, sebagai dasar sebelum pembahasan teknis dalam Musrenbang dan rapat koordinasi lanjutan.

Mewakili Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Sekretaris Daerah Ismail Dukomalamo menyoroti waktu pelaksanaan evaluasi yang dinilai terlambat. Menurutnya, evaluasi seharusnya dilakukan pada awal triwulan IV, mengingat APBD kabupaten/kota untuk tahun 2026 telah disahkan.

“Jika evaluasi dilakukan di akhir tahun, hasilnya berisiko kehilangan relevansi dan hanya bisa menjadi masukan untuk perencanaan tahun 2027,” ujar Ismail.

Selain soal waktu, Ismail juga menekankan pentingnya transparansi keberpihakan APBD Provinsi Maluku Utara terhadap kabupaten/kota. Ia secara khusus meminta kejelasan terkait status jalan Payahe–Dehepodo, yang merupakan ruas vital bagi konektivitas wilayah Tidore Kepulauan dan menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

“Sejak pergantian kepemimpinan hingga masa pemerintahan Ibu Sherly, status jalan ini belum jelas. Karena itu, paparan terbuka mengenai arah alokasi APBD provinsi sangat dibutuhkan,” katanya, seraya berharap APBD Provinsi 2026 dapat memprioritaskan penyelesaian ruas tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sherly Laos menyatakan sependapat. Ia memastikan bahwa ke depan rapat evaluasi akan dijadwalkan pada awal triwulan IV agar hasilnya dapat langsung diakomodasi dalam APBD berjalan.

“Terkait jalan Payahe–Dehepodo, kami pastikan akan menjadi prioritas pembangunan pada APBD Provinsi 2026,” tegas Sherly.

Dalam kesempatan itu, Sherly juga memaparkan bahwa Dana Bagi Hasil (DBH) tahun 2025 mencapai Rp195 miliar, yang dibagikan kepada 10 kabupaten/kota masing-masing sebesar Rp18 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp10 miliar telah ditransfer, sementara Rp8 miliar sisanya akan disalurkan pekan ini, ditambah Rp10 miliar pada Desember sebagai bagian dari alokasi tahun 2026.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

NHM Paparkan Inovasi DST dan Peran AI dalam Seminar Nasional ITNY

20 April 2026 - 07:59 WIT

Gubernur Sherly Tjoanda Temui Menpora Erick Thohir, Bahas Masa Depan Gemilang Olahraga Maluku Utara

17 April 2026 - 17:50 WIT

Perjalanan Panjang Melawan Tumor Otak: NHM Peduli Dampingi Gadis Asal Halut hingga Pulih

17 April 2026 - 12:09 WIT

Kukuhkan Pemimpin Baru, Wali Kota Ternate Minta Perumda Ake Gaale Fokus Penuhi Tiga Aspek Layanan Utama

16 April 2026 - 14:16 WIT

Gubernur Serly Imbau Masyarakat Malut Siaga Gelombang Tinggi Hingga 2,5Meter

16 April 2026 - 09:47 WIT

60 Hari Masa Transisi Dimulai, Ternate Akhiri Tanggap Darurat, Fokus Rekonstruksi Rumah dan Fasilitas

15 April 2026 - 19:06 WIT

Trending di Uncategorized