Menu

Mode Gelap

Daerah · 15 Des 2025 01:21 WIT ·

Mendikdasmen Apresiasi Percepatan Revitalisasi dan Digitalisasi Pendidikan di Maluku Utara


 Sherly Tjoanda, Gubernur Malut Perbesar

Sherly Tjoanda, Gubernur Malut

TERNATE, SerambiTimur — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Abdul Mu’ti, memberikan apresiasi atas langkah cepat Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam mempercepat program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan. Apresiasi tersebut disampaikan dalam agenda silaturahmi hybrid bersama pendidik SMA, SMK, dan SLB se-Maluku Utara yang dipusatkan di SMAN 4 Ternate, Sabtu (13/12/2025).

Prof. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan tidak semata-mata berfokus pada transfer ilmu, melainkan transformasi keterampilan dan nilai. Menurutnya, pendidikan berperan penting dalam membangun peradaban bangsa, meningkatkan kompetensi, serta menjamin kesejahteraan guru. Ia juga menekankan pentingnya penguatan karakter, pembelajaran mendalam, dan peningkatan kualitas literasi di tengah tantangan konten digital yang kurang edukatif.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan di Maluku Utara saat ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah. Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran revitalisasi pendidikan sebesar Rp92,035 miliar untuk 75 satuan pendidikan, terdiri atas 35 SMA, 33 SMK, dan 7 SLB.

“Revitalisasi ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak Maluku Utara,” ujar Sherly.

Selain revitalisasi, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga memprioritaskan digitalisasi pendidikan, termasuk penanganan sekitar 80 titik sekolah yang belum terjangkau jaringan internet. Dukungan APBD turut dialokasikan untuk operasional sekolah di wilayah dengan tantangan geografis.

Sherly menegaskan bahwa pendidikan negeri di Maluku Utara bersifat inklusif dan bebas biaya, tanpa pungutan uang sekolah maupun komite. Peningkatan kualitas guru juga menjadi fokus, dengan rencana penambahan dukungan bagi guru honorer, beasiswa, dan penguatan kompetensi pada 2026.

Ke depan, cakupan revitalisasi pendidikan akan meningkat signifikan, dari 226 unit sekolah pada 2025 menjadi 785 unit pada 2026, meliputi SD, SMP, PAUD, PKBM, serta rencana pembukaan SMA Terbuka untuk menjangkau wilayah terpencil.

Silaturahmi tersebut menegaskan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di Maluku Utara.

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

GPM Kepung Kantor Antam, Desak Dirut Dicopot dan Anak Perusahaan di Haltim Dibekukan

30 Juni 2026 - 21:58 WIT

Aksi Jilid III di Kemenag RI, FAKI dan GPM Ultimatum Menteri Agama Copot Kakanwil Kemenag Maluku Utara

30 Juni 2026 - 21:55 WIT

Pemkot Ternate Matangkan RKPD 2027, Empat OPD Jadi Prioritas Pembenahan Kota dan Peningkatan PAD

29 Juni 2026 - 21:25 WIT

Mantan Bupati Pulau Taliabu Ditahan, Korupsi Proyek ISDA Rugikan Negara Rp8 Miliar

26 Juni 2026 - 21:41 WIT

GPM Desak Kejagung dan KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Smelter Antam di Haltim

26 Juni 2026 - 12:52 WIT

Demo di Kemenag dan KPK, FAKI RI Desak Copot Kakanwil Kemenag Malut

26 Juni 2026 - 08:38 WIT

Trending di Daerah