TERNATE, SetambiTimur — Di sela suasana haru penyerahan kaki palsu kepada penyandang disabilitas di Wasana Bahagia Ternate, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyampaikan kabar yang membawa semangat baru: Maluku Utara resmi menembus skor 90 dalam MCSP KPK dan masuk jajaran tiga besar nasional.
Bagi Sherly, capaian ini adalah cermin perjalanan panjang. Dari zona kuning dengan skor 71, kini Malut berdiri di zona hijau—sebuah lompatan yang menandai perubahan kultur kerja dan komitmen birokrasi yang lebih bersih.
“Ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa sistem pencegahan korupsi kita bergerak ke arah yang benar,” ungkapnya dengan mata berbinar.
Namun Sherly tak ingin prestasi ini membuat pemerintah daerah terlena. Ia menyebut masih ada pekerjaan rumah, mulai dari penguatan survei kepuasan masyarakat hingga memastikan setiap rupiah APBD memberikan manfaat nyata.
“Tahun depan kita targetkan skor 95. Lebih dari itu, anggaran harus benar-benar produktif dan menjawab kebutuhan rakyat,” tegasnya.
Di balik kenaikan skor tersebut, terdapat langkah penting yang jarang disorot: kerja sama Pemprov Malut dengan BPKP untuk meninjau ulang seluruh Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Hasilnya mengejutkan—penurunan satuan harga rata-rata 30 persen, menandakan banyak ruang efisiensi yang berhasil ditutup.
“Ini langkah besar untuk menghilangkan potensi pemborosan. Program yang dibuat ke depan benar-benar program yang dibutuhkan,” jelas Sherly.
Dalam momentum Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Sherly menegaskan bahwa integritas bukan tujuan akhir, melainkan perjalanan yang harus dijaga bersama. Dengan transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan pada rakyat, ia berharap kepercayaan publik terhadap pemerintah Maluku Utara semakin kuat.














Tinggalkan Balasan