TERNATE, SerambiTimur- Aksi penipuan dengan mencatut nama pejabat penting di Maluku Utara kembali memakan korban. Kali ini, warga bernama Muhammad Ali harus merelakan Rp 100 juta setelah diyakinkan oleh seseorang yang mengaku perwakilan Kapolda Malut.
Korban diminta mentransfer uang ke rekening BRI atas nama Tommy Gre Siando. Tanpa curiga, ia mengirim secara bertahap hingga mencapai Rp 100 juta pada Minggu (7/12/2025). Pelaku menggunakan narasi seolah-olah permintaan itu berkaitan dengan urusan penting Kapolda.
Tak hanya itu, sindikat yang sama juga menawarkan lelang mobil Toyota Alphard seri terbaru seharga Rp 850 juta. Mobil itu disebut sebagai barang tarikan Kejati Malut. Seorang pengusaha hampir tertipu, namun berhasil mengurungkan niat setelah menemukan kejanggalan dalam informasi tersebut.
Aksi penipu kian rapi. Mereka menyuruh korban mengakses laman https://iasc.ojk.go.id/ untuk mengisi data tertentu. Sesaat setelah data terkirim, rekening pelaku otomatis terblokir, menyulitkan pelacakan oleh pihak berwenang.
Kapolda Malut Irjen Pol Waris Agono mengonfirmasi banyaknya laporan serupa. Ia mengungkapkan bahwa sindikat penipu sengaja beraksi saat hari libur guna menghindari deteksi cepat.
“Saat libur, petugas di bank maupun OJK tidak standby. Pelaku memanfaatkan situasi itu,” jelas Waris.
Waris menegaskan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan tawaran lelang, permintaan uang, atau informasi apapun yang mengatasnamakan pejabat.
“Cek dulu kebenarannya. Jika menjadi korban, segera lapor ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). Kami harap masyarakat lebih berhati-hati,” tutupnya.














Tinggalkan Balasan