HALBAR, SerambiTimur- Juru Kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati Iskandar Idrus – Lusiany I Damar (IKHLAS), Samad Moid, menegaskan bahwa Kabupaten Halmahera Barat tengah mengalami krisis berat. Menurutnya, utang daerah saat ini mencapai sekitar Rp 400 miliar, akumulasi dari beberapa periode pemerintahan.
“Utang daerah Halmahera Barat kini mencapai kurang lebih Rp 400 miliar. Utang ini dimulai sejak kepemimpinan Namto Hui Roba yang meninggalkan Rp 86 miliar, dilanjutkan oleh Danny Missi dengan Rp 135 miliar, dan pemerintahan James Uang – Djufri Muhammad menambahnya dengan pinjaman Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 208 miliar di masa pandemi COVID-19,” ungkap Samad saat kampanye terbuka di Desa Guaemaadu, Kecamatan Jailolo, Selasa malam (1/10/2024).
Samad, yang juga merupakan mantan anggota DPRD Halmahera Barat, menyebutkan bahwa dampak utang ini akan dirasakan masyarakat melalui pembayaran pajak. Ia menegaskan, pernyataannya bisa dipertanggungjawabkan secara hukum, menggambarkan kondisi Halmahera Barat saat ini sebagai “sakit parah.”
“Kalau diibaratkan, daerah ini tidak bisa dirawat di RSUD Jailolo atau di Ternate, tapi harus dirujuk ke RS Gatot Subroto Jakarta,” tambahnya.
Samad juga menuding bahwa tiga kontestan Pilkada, James Uang-Djufri Muhammad, Danny Missi, dan Juliche D Baura, turut berperan dalam memperburuk kondisi daerah. Ia menyoroti bahwa Juliche, yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPRD, turut menyetujui pinjaman yang diambil oleh pemerintah daerah.
“Mereka bertiga berkontribusi merusak daerah ini,” tandasnya.

















Tinggalkan Balasan