TERNATE, SerambiTimur – Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman, selaku Kuasa Pemegang Saham Pengendali, memimpin langsung Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bahari Berkesan, Selasa (7/4/2026).
Rapat yang digelar di Ruang Rapat Wali Kota Ternate tersebut membahas pertanggungjawaban keuangan tahun buku 2025 serta rencana bisnis tahun 2026. Dalam forum itu, para pemegang saham juga menyepakati perpanjangan masa jabatan Rizal Marsaoly sebagai Komisaris Utama untuk periode empat tahun ke depan.
RUPS turut dihadiri jajaran pemegang saham lainnya, yakni Haja Nursia Abdul Haris dan Arifin Djafar, serta manajemen BPRS Bahari Berkesan, mulai dari Komisaris Hi. Alwi Albar, Dewan Pengawas Syariah Dr. Rosita Alting dan M. Ikbal Aris Ali, hingga Direktur Utama Risdan Harly dan Direktur Kepatuhan Rita Yasin.
Kinerja Positif Disetujui
Direktur Utama BPRS Bahari Berkesan, Risdan Harly, mengungkapkan bahwa seluruh laporan pertanggungjawaban (LPJ) keuangan tahun 2025 serta arah kebijakan bisnis tahun 2026 telah disetujui penuh oleh para pemegang saham.
“Alhamdulillah, baik pemegang saham pengendali maupun lainnya menerima dan menyetujui seluruh laporan yang disampaikan oleh Dewan Direksi,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Fokus Ekspansi dan Pembangunan
Memasuki tahun 2026, BPRS Bahari Berkesan menargetkan penyelesaian pembangunan gedung kantor baru guna meningkatkan kenyamanan layanan bagi nasabah dan karyawan.
Selain itu, bank juga merencanakan ekspansi jaringan dengan membuka cabang baru di wilayah strategis, termasuk di Kota Tidore Kepulauan.
“Dalam waktu dekat, Wali Kota Ternate akan bersilaturahmi dengan Pemerintah Kota Tidore untuk menyampaikan rencana ini. Kami berharap kehadiran BPRS Bahari Berkesan di sana mendapat sambutan baik,” jelas Risdan.
Kontribusi Nyata untuk Daerah
Sebagai bentuk kontribusi terhadap daerah, BPRS Bahari Berkesan menyalurkan dividen sekitar Rp2,5 miliar, meningkat sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tak hanya itu, kinerja bank juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan total aset mencapai 15 persen pada 2025 dibandingkan 2024.
“Pertumbuhan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan bank berjalan sehat dan progresif, sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.














Tinggalkan Balasan