TERNATE, SerambiTimur – Dampak gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Pulau Batang Dua tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga trauma mendalam bagi masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Ternate melalui Unit Layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Ino Kane yang diketuai oleh Marliza M. Tauhid itu, turun memberikan pendampingan psikososial.
Kegiatan bertajuk “Upgrade Kapasitas Relawan Bencana Batang Dua” ini digelar oleh LSM Rorano yang menggandeng BMKG, AMGPM, dan PUSPAGA Ino Kane DP3A Kota Ternate. Acara berlangsung pada hari Selasa, 28 April 2026, bertempat di Aula Gereja Ayam.
Hadir dalam kegiatan tersebut para pendeta dari wilayah Ternate dan Mayau, jemaat GPM, serta sejumlah korban bencana dari Batang Dua yang membutuhkan konseling.
Tenaga Psikolog PUSPAGA Ino Kane, Khairunissa BSA, dalam pemaparannya memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep dasar dukungan psikologis. Ia menekankan pentingnya prinsip penanganan korban secara empatik dan komunikasi yang tidak menghakimi.
“Para relawan diajarkan cara mengidentifikasi tanda-tanda stres psikologis hingga gejala trauma pasca bencana. Selain itu, mereka juga dibekali keterampilan praktis seperti cara membangun rasa aman, memberikan dukungan emosional, hingga prosedur rujukan ke layanan profesional jika diperlukan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DP3A Kota Ternate, Marjorie S. Amal, yang turut hadir menegaskan bahwa pembekalan ini sangat urgen. Menurutnya, relawan perlu menguasai pendekatan Dukungan Psikologis Awal yang tepat.
“Dengan bekal ini, diharapkan para relawan memiliki kesiapan yang lebih baik saat kembali ke Batang Dua. Sehingga proses pemulihan psikologis korban dapat berjalan optimal dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat yang terdampak,” tegas Marjorie.














Tinggalkan Balasan