TOBELO. serambiTimur- Malam itu, lampu-lampu di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Tobelo memantulkan kehangatan. Jemaat dari berbagai pelosok Halmahera Utara berdatangan, menyatu dalam iringan pujian yang mengisi udara. Perayaan Natal tingkat Provinsi Maluku Utara kembali digelar, membawa pesan damai yang merayapi hati setiap orang yang hadir.
Di tengah suasana ibadah yang khidmat, Kepala Kanwil Kemenag Maluku Utara, Amar Manaf, menyampaikan pesan yang meneguhkan: bahwa Natal adalah momentum memperdalam spiritualitas dan meneladani pengorbanan Tuhan Yesus dalam kehidupan sehari-hari. “Gereja harus menjadi ruang pembinaan rohani yang menghadirkan damai, saling menghargai, dan kehumanisan,” tuturnya.
Namun Amar melangkah lebih jauh. Ia menyoroti peran rumah ibadah sebagai pusat literasi—sebuah konsep yang kini makin relevan. Menurutnya, gereja bukan hanya tempat berdoa, tetapi ruang pembelajaran nilai moral, sosial, dan spiritual yang memperkaya umat. Dari sinilah lahir generasi yang beriman, berpengetahuan, dan berkarakter.
Ia juga mengingatkan bahwa agama sejatinya hadir untuk menumbuhkan kesejahteraan. “Mengimani agama adalah kewajiban, tetapi tidak boleh menjadi sekat. Justru harus mendorong kita untuk saling membantu dan menebarkan kebaikan,” ujarnya.
Perayaan Natal ini semakin istimewa dengan kehadiran Gubernur Maluku Utara, Sekda Provinsi, Pemerintah Daerah Halmahera Utara, serta para tokoh gereja dari berbagai sinode. Mereka hadir bukan hanya untuk merayakan, tetapi juga meneguhkan pesan toleransi dan kebersamaan—fondasi yang selalu menjadi identitas Maluku Utara.
Di penghujung ibadah, gema pujian dan sukacita terasa seperti mengikat kembali seluruh elemen masyarakat dalam satu semangat: merawat kedamaian dan membangun kehidupan beragama yang harmonis.













Tinggalkan Balasan