HALSEL, SerambiTimur- Ratusan pengendara roda dua dan roda empat terpaksa antre panjang di SPBU Labuha milik Umar Hi Soleman pada 2 Desember 2024. Antrian ini terjadi karena bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax habis di hampir seluruh pom mini dan depot di wilayah Bacan.
Para pengendara rela menunggu di bawah terik matahari demi mendapatkan BBM untuk kendaraan mereka. “Biasanya tidak seperti ini, di pom mini masih ada yang jual. Tapi sekarang semua habis. Kami terpaksa antre meski kepanasan,” ujar salah seorang pengendara yang tak mau disebutkan namanya.
Beberapa pengendara menduga kelangkaan ini berkaitan dengan situasi politik usai Pilkada. “Mungkin Umar, karena dia calon dan kalah, jadi tidak mau menjual BBM ke masyarakat lagi. Padahal ini untuk kebutuhan dasar masyarakat,” tambahnya.
Sebelumnya, distribusi BBM melalui pom mini membuat antrean di SPBU tidak terlalu panjang. Namun, sejak tiga hari terakhir, semua pom mini dan depot kehabisan stok, menyebabkan antrean panjang hingga ratusan kendaraan di SPBU.
“Kalau seperti ini, bagaimana mau meningkatkan kesejahteraan masyarakat? Baru selesai Pilkada saja kita sudah begini. Bagaimana kalau terpilih lagi? Kami makin sengsara,” pungkas seorang pengendara.
Kelangkaan BBM ini menjadi perhatian masyarakat, mengingat dampaknya pada aktivitas sehari-hari dan kebutuhan transportasi warga. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kelangkaan tersebut.














Tinggalkan Balasan