TERNATE, SerambiTimur – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,3 mengguncang wilayah Maluku Utara, Kamis (2/4/2026) pukul 05.48.14 WIB, dan memicu kepanikan warga di Kota Ternate serta daerah sekitarnya.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada koordinat 1,21 Lintang Utara dan 126,25 Bujur Timur, sekitar 128 kilometer timur Bitung, dengan kedalaman 18 kilometer.
Kedalaman gempa yang relatif dangkal menyebabkan guncangan terasa cukup kuat di sejumlah wilayah, termasuk Kota Ternate.
Sejumlah warga mengaku terbangun akibat getaran keras yang berlangsung beberapa detik dan langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
“Getarannya sangat kuat, kami langsung keluar rumah karena takut bangunan roboh,” ujar salah satu warga.
Di beberapa lokasi, seperti Jalan Yos Sudarso dan Kelurahan Kayu Merah, dilaporkan terdapat retakan pada dinding rumah dan jalan lingkungan. Namun hingga saat ini belum ada laporan kerusakan berat.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami karena pusat gempa berada di wilayah daratan.
Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Pemerintah Kota Ternate melalui tim penanggulangan bencana telah melakukan pendataan dan pemantauan di wilayah terdampak.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Ternate, H. Abdul Wahid, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum terdapat laporan korban jiwa, namun proses pendataan masih terus dilakukan.
“Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” ujarnya.
Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan situasi guna mengantisipasi dampak lanjutan dari gempa tersebut.













Tinggalkan Balasan