Pulau Obi, SerambiTimur — Sore itu, Jumat (20/2/2026), halaman Majelis Taklim Az-Zahra Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, tak seperti biasanya. Suasana riuh penuh semangat menyambut Ramadan berpadu dengan antrean warga yang memburu paket sembako murah dari Harita Nickel.
Di antara kerumunan itu, Wa Ati tersenyum lebar. Ibu rumah tangga tersebut baru saja membeli tiga paket sembako sekaligus. Baginya, bazar murah ini ibarat oase di tengah tren kenaikan harga pangan jelang puasa.
“Sangat-sangat membantu kami para warga. Kami doakan semoga perusahaan bisa berjalan lancar,” ucapnya penuh syukur.
Setiap paket sembako bernilai Rp300.000, namun warga cukup membayar Rp150.000. Isinya lengkap: 5 kg beras, 2 kg tepung terigu, 2 kg gula pasir, 2 liter minyak goreng, dan 1 kaleng susu. Tak butuh waktu lama, dalam satu jam pertama ratusan paket langsung ludes terjual. Bahkan pada hari pertama, 140 paket habis dalam hitungan jam.
Namun, berkah Ramadan ini bukan hanya untuk pembeli.
Di balik meja bazar, Maya, pengurus Majelis Taklim Az Zahra, tak kalah sumringah. Majelisnya menjadi satu dari empat mitra lokal yang digandeng perusahaan. Selain Az Zahra, dua majelis taklim lainnya dan PKK Desa Soligi turut dilibatkan.
Seluruh hasil penjualan tidak dikembalikan ke perusahaan. Dana itu dihibahkan sepenuhnya untuk menjadi modal usaha kelompok.
“Kami sangat senang dan berterima kasih. Uang ini akan jadi modal usaha bersama,” ujar Maya. Dari 120 paket yang dijual kelompoknya, terkumpul dana Rp18 juta.
Bazar murah ini berlangsung selama empat hari, 20–23 Februari 2026, dengan total 480 paket sembako. Jika seluruhnya habis, omzet yang beredar di tangan mitra lokal mencapai Rp72 juta—angka yang signifikan untuk menggerakkan ekonomi mikro desa.
Community Relations Manager Harita Nickel, Riyadi Supriadi, menjelaskan bahwa bazar Ramadan rutin digelar setiap tahun di desa lingkar perusahaan.
“Tujuannya membantu meringankan beban warga sekaligus menumbuhkan kelompok ekonomi lokal melalui pelibatan mitra,” jelasnya.
Kepala Desa Soligi, Madaisi La Siriali, mengapresiasi program ini sebagai bentuk nyata perhatian perusahaan terhadap ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Bazar ini bukan sekadar jual beli sembako murah. Ia menjadi ruang kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat—menjaga kekhusyukan Ramadan sekaligus menanam benih kemandirian ekonomi di Soligi.














Tinggalkan Balasan