Menu

Mode Gelap

Halsel · 7 Jun 2025 14:21 WIT ·

Pasien Luka Serius Gagal Ditangani, RSUD Labuha Tak Punya CT-Scan


 RSUD Halmahera Selatan Perbesar

RSUD Halmahera Selatan

Labuha, SerambiTimur – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali disorot publik usai seorang pasien kecelakaan berinisial RI tidak mendapat layanan medis memadai karena ketiadaan alat CT-Scan.

Pasien dengan luka berat di bagian kepala itu dilarikan ke RSUD Labuha pada Kamis (5/6) malam. Namun, hingga dua hari kemudian, pasien belum mendapatkan pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis kondisi otaknya yang kritis.

Pihak rumah sakit akhirnya merujuk pasien ke RSUD Chasan Boesoirie di Ternate. Menurut seorang petugas klinik bedah yang diwawancarai Sabtu (7/6), rumah sakit sebenarnya memiliki alat CT-Scan, tetapi tidak dapat digunakan akibat daya listrik yang tidak mencukupi.

“Alat CT-Scan ada, tapi daya listrik tidak mencukupi untuk mengoperasikannya,” ujar petugas berinisial M.

Namun, pernyataan tersebut dibantah Sekretaris RSUD Labuha, Laode Emi. Saat dikonfirmasi, Laode mengungkapkan bahwa rumah sakit saat ini tidak memiliki alat CT-Scan. Pengadaan baru, kata dia, baru akan diajukan ke Kementerian Kesehatan pada 2026.

“Pernah ada, tapi kami tidak tahu pengadaan tahun berapa. Saat itu kami masih staf biasa. Alat rusak karena daya PLN yang tidak stabil,” jelas Laode.

Ketidaksinkronan pernyataan ini memicu pertanyaan publik soal koordinasi dan transparansi internal RSUD Labuha. Sumber internal menyebut, persoalan utama rumah sakit adalah pengelolaan anggaran yang tidak efektif.

“Setiap tahun anggaran cukup besar, tapi kebutuhan dasar seperti listrik dan perawatan alat medis malah diabaikan,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya.

Keluarga pasien RI menyatakan kekecewaan dan menuntut tanggung jawab dari pihak rumah sakit maupun pemerintah daerah.

“Ini soal nyawa manusia. Kami mendesak manajemen RSUD dan Dinas Kesehatan segera bertindak,” ujar anggota keluarga pasien kepada wartawan.

Direktur RSUD Labuha, dr. Titin, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Kasus RI disebut hanya satu dari sekian banyak potensi korban dari buruknya sistem kesehatan di Halmahera Selatan. Pemerintah daerah diminta segera mengevaluasi menyeluruh manajemen RSUD, serta memastikan pelayanan kesehatan yang layak dan profesional.

 

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Balik Angka Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara: Infrastruktur dan SDM Jadi Kunci Pemerataan Manfaat Pembangunan

17 Juni 2026 - 22:37 WIT

“ Sopik: Keadilan yang Hidup dari Tanah Adat, Bukan Sekadar Alternatif Hukum”

4 Mei 2026 - 02:02 WIT

Kejati Malut Didesak Segera Tetapkan Kadis PMD Halsel Sebagai Tersangka Kasus Dana Desa

15 April 2026 - 15:16 WIT

Dari Ruang Kelas ke Rumah Belajar: Upaya Harita Nickel Bangun Generasi Pulau Obi

3 April 2026 - 13:51 WIT

Program PELITA Angkatan Ke-5: Harita Nickel dan BPVP Ternate Siapkan Pemuda Kawasi Jadi Tenaga Terampil

16 Maret 2026 - 13:16 WIT

Berkah Ganda Ramadan di Soligi: Sembako Setengah Harga, Modal Usaha untuk Warga

21 Februari 2026 - 16:57 WIT

Trending di Bisnis