PALU, SerambiTimur – Di sebuah ruangan sederhana di Kantor Kesbangpol Sulawesi Tengah, selembar berkas berpindah tangan. Waktu menunjukkan pukul 15.00 WITA, Rabu (21/5/2025), ketika pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Sulteng resmi menyerahkan dokumen organisasi sebagai bagian dari langkah awal menuju legitimasi formal dan profesionalisme jurnalis.
Berkas tersebut diterima langsung oleh Kepala Bidang Organisasi Masyarakat Kesbangpol, Dodi Agan. Tak sekadar formalitas, penyerahan dokumen ini menjadi penanda bahwa PJS Sulteng serius membenahi diri.
“Dengan masuknya PJS, jumlah Ormas yang terdaftar kini menjadi 302 dari sekitar 500 yang terverifikasi aktif. Kami sangat apresiasi,” ujar Dodi.
Bagi Kesbangpol, organisasi pers seperti PJS adalah mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat, sekaligus mengawal pelaksanaan program secara kritis dan membangun.
“PJS dan ormas pers lainnya punya peran penting. Mereka bukan hanya menyuarakan kebenaran, tapi juga membantu publik memahami arah pembangunan daerah,” ujar Dodi menambahkan.
Langkah Strategis Menuju Profesionalisme
Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba, turut memberikan apresiasi terhadap gerak cepat DPD PJS Sulteng. Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi dan keseriusan membangun organisasi pers yang berintegritas.
“Ini bukan sekadar administrasi, tapi bentuk komitmen. Kami memang instruksikan seluruh DPD dan DPC untuk mendaftarkan keberadaannya ke Kesbangpol masing-masing,” jelas Mahmud dari Kantor DPP di Jakarta.
Namun PJS Sulteng tak berhenti di situ. Dalam waktu dekat, mereka juga berencana menggelar Musyawarah Daerah (Musda), pelantikan pengurus, serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
“UKW adalah syarat mutlak. Wartawan itu harus kompeten. Harus dihargai narasumber, bukan malah disepelekan,” tegas Mahmud.
Menuju Konstituen Dewan Pers
Visi besar PJS tak main-main: menjadi konstituen Dewan Pers. Secara administratif, organisasi ini telah memenuhi sejumlah syarat. Namun yang terpenting, kata Mahmud, adalah komitmen para pengurus di daerah.
“Kita tidak butuh orang hebat, tapi orang yang komitmen. Kalau tidak bisa sejalan dengan visi organisasi, ya kita tinggal saja,” tegas Mahmud yang juga Ahli Pers Dewan Pers.
Dengan langkah kecil di Palu hari itu, PJS Sulteng menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari niat untuk berbenah. Profesionalisme tak bisa ditawar—dan di situlah wartawan sejati diuji.














Tinggalkan Balasan