Tidore, SerambiTimur — Warga Kelurahan Doyado, Kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan, mengeluhkan kerusakan jalan sepanjang dua kilometer di bagian belakang kelurahan yang tak kunjung diperbaiki. Jalan ini merupakan akses penting menuju kebun, polindes, kantor kelurahan, dan kerap menjadi jalur utama saat jalan utama ditutup karena hajatan masyarakat.
Lurah Doyado, Rudi Kabir, mengatakan bahwa kerusakan jalan tersebut telah diusulkan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) selama tiga tahun terakhir, baik di tingkat kecamatan maupun kota.
“Sudah kami usulkan setiap tahun. Namun karena keterbatasan anggaran, usulan ini belum bisa direalisasi. Insyaallah tahun 2026 akan ada realisasi dari pemerintah,” ujar Rudi, Selasa (13/5/2025).
Ia menegaskan, jalan tersebut menjadi keluhan utama warga karena pentingnya jalur tersebut dalam mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari. “Itu jalur vital. Banyak rumah warga sudah dibangun di sepanjang jalan itu. Tapi memang lagi-lagi terkendala dana,” tambahnya.
Rudi menjelaskan bahwa terbatasnya anggaran serta fokus pemerintah kota pada pembangunan lain menjadi penyebab utama belum terealisasinya perbaikan. Meski demikian, ia memastikan pihak kelurahan akan terus mengawal usulan tersebut ke instansi terkait.
“Pemerintah kelurahan akan terus mendorong ke PUPR dan DPRD. Pemerintah kota harus segera menyelesaikan perbaikan jalan ini,” tegasnya.
Warga setempat, Majid Yasin, menyebut kerusakan jalan sangat mengganggu aktivitas harian. “Kami gunakan jalan ini untuk ke kebun, polindes, dan kantor kelurahan. Jalan ini juga menghubungkan Lingkungan Supera dan SDN Doyado di Talaga,” katanya.
Majid menambahkan, masyarakat sudah sering mengusulkan perbaikan dalam Musrenbang kelurahan. “Harusnya jalan ini jadi prioritas utama karena dampaknya sangat luas,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah benar-benar menepati janji untuk merealisasikan perbaikan jalan pada tahun 2026, bukan sekadar janji politik belaka. (Arif_cr)













Tinggalkan Balasan